Berita Selebritis

Konser Band Kotak di Sarolangun Sempat Terhalang Ketentuan Adat, Polisi dan Pemda pun Turun Tangan

Konser Band Kotak di Sarolangun Sempat Terhalang Ketentuan Adat, Polisi dan Pemda pun Turun Tangan

Konser Band Kotak di Sarolangun Sempat Terhalang Ketentuan Adat, Polisi dan Pemda pun Turun Tangan
Grid.id
Lewat fotonya bersama dua personil ‘Kotak’, Tantri Syalindri membagikan tips agar awet dalam membentuk sebuah Band. 

Konser Band Kotak di Sarolangun Sempat Terhalang Ketentuan Adat, Polisi dan Pemda pun Turun Tangan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Nasib kurang baik dari satu band rock Indonesia, yaitu Kotak Band. akan menggelar konser di Provinsi Jambi tepatnya kabupaten Sarolangun.

Band yang diisi personelnya, Chua, Cella dan Tantri itu, konsernya ditentang oleh masyarakat Sarolangun, khususnya di sekitaran wilayah Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, melakukan protes terkait adanya pesta musik.

Sebab, pesta musik yang bertajuk pesta musik istimewa ini sudah melanggar ketentuan adat daerah.

Baca: Lowongan! Grup Band KotaK Buka Audisi Cari Pemain Keyboard, Anda Minat? Ini Syaratnya

Baca: Ini Konsep Sound Band Kotak

Baca: Izin Konser Kotak di Sarolangun Sudah Rampung, Polisi dan Pemda Sudah Izinkan

Ketua RT 14 Sardini, yang mewakili lima RT yang protes mengaku, masyarakat merasa keberatan atas adanya pasta musik tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu dinilai sudah melanggar adat.

Kabupaten Sarolangun kata Sardini, mempunyai moto yaitu 'Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko' dimana wilayah yang mempunyai hukum adat tersendiri.

Dari moto tersebut bilang Sardini, kegiatan pesta musik yang digelar rencanya Kamis (8/8/2019) malam (malam jumat), sangat disayangkan masyarakat.

Lokasi konser di Lapangan Gunung Kembang, Sarolangun
Lokasi konser di Lapangan Gunung Kembang, Sarolangun (Tribunjambi/Wahyu Herliyanto)

Baca: Di Kongres V PDIP, Terungkap Panggilan Akrab Jokowi ke Megawati dan Prabowo, Ruang Acara Jadi Riuh

Baca: 6 Tahun Waterboom Muara Bulian Terbengkalai, SKPD Saling Lempar Tanggung jawab Aset Rp 24 Miliar

Baca: Manfaat yang Luar Biasa Baca Surat Yasin pada Malam Jumat, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Kata sardini, Ada dua hal yang dilanggar, pertama pelaksanaan pada malam Jumat yang seharusnya dilakukan masyarakat untuk beramal dan ibadah.

Yang kedua kata dia, tidak koordinasi terlebih dahulu oleh pihak desa ataupun RT setempat.

"Kami yang meraso punyo rumah, seharusnya permisi. Mereka kami kenakan sanksi adat karena melanggar adat. Sanksi itu berupa 1 ekor kambing, beras 20, selemak semanis, kelapa 20. Nanti sore harus dibayar," bebernya.

Dikatakannya, kegiatan konser itu tetap dilaksanakan, karena pihak pelaksana sudah mengantongi izin dari pemerintah.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved