Berita Tanjab Timur

Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi

Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi

Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi 

Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - 300 lebih pembudidaya ikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terancam merugi.

Hal itu dikarenakan faktor kekeringan dan kualitas air yang berubah buruk saat kemarau.

Kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada pasokan air dan kebakaran hutan saja.

Bagi para pembudidaya ikan terutama ikan kolam, merasa cemas dan dihantui merugi.

Baca: Kepala Desa Korupsi Hingga Ratusan Juta Rupiah dari Dana Kas Desa, Diputus 1,8 Tahun Penjara

Baca: Juventus Untung Rp 446 Miliar Usai Tukar Danilo Luiz dengan Joao Cancelo dengan Manchester City

Baca: Naik Haji Pakai ONH Plus Biaya Rp 200 Juta, Rahman Antre Cuma 5 Tahun, Ini Fasilitas Khususnya

Sebab, kondisi geografis Tanjung Jabung Timur yang berada di kawasan gambut serta pinggiran sungai sangat bergantung pada pasokan air.

Jika saat musim kemarau panjang dan kondisi air mengering maka kualitas air musim kemarau akan berubah.

Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur, Ibnu Hayat, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com Kamis (8/8/2019) mengatakan, terkait musim kemarau yang terjadi saat ini memang sedikit mengkhawatir bagi pembudidaya ikan terutama ikan kolam.

Baca: Warga Ini Sampai Jaminkan Motor untuk Bawa Jenazah Ayah Pulang, Alasan Rumah Sakit Kurang Rp 5 Juta

Baca: Direktur PDAM Tirta Muarojambi Diberi Limit Waktu, Bupati Masnah Minta Sistem di PDAM Diperbaiki

Baca: Niat dan Doa Buka Puasa Arafah dan Tarbiyah, Serta Keistimewaannya, Idul Adha 2019

"Karena kondisi air semakin surut dan berkurang saat kemarau, sehingga kondisi air yang ada saat ini berubah dengan sendirinya dan menjadi masam," ujarnya.

Dikatakannya pula Dinas perikanan menghimbau para pembudidaya untuk mengurangi pemberian pakan, karena pemberian pakan berlebih akan berdampak pada kualitas air karena faktor air yang berkurang.

Dikatakannya pula, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri beberapa wilayah masuk kategori rawan diantaranya, Kecamatan Sabak Barat, Dendang, Rasau dan Tanjab Timur. dimana kondisi air kering di kawasan tersebut rawan berubah dan masam.

"Saat ini ada 300 an lebih pembudidaya ikan di tanjabtim baik yang mandiri atau kelompok. Terutama untuk pembudidaya ikan kolam tanah. Sebagian besar pembudidaya tersebut sudah mulai mengalami penyusutan air," jelasnya

Dampak kondisi air kurang baik sangat merugikan dan dapat berdampak kematian baik ikan budidaya.

Terutama kolam kolam yang berada di kawasan gambut yang rentan berubah, seperti yang terjadi di balai benih ikan BBI Dendang.

Kemarau Terus Berlanjut, Ratusan Pembudidaya Ikan Kolam di Tanjab Timur Terancam Merugi (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved