20 Kali Kebakaran, Damkar Bungo Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau

Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat agar waspada saat melakukan pembakaran.

20 Kali Kebakaran, Damkar Bungo Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau
Tribunjambi/Mareza
Kebakaran terjadi di jalan lingkar Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu. 

20 Kali Kebakaran, Damkar Bungo Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat agar waspada saat melakukan pembakaran. Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Bungo, Ariyanto mengatakan, pada musim kemarau api bisa saja merembet karena tiupan angin dan kondisi benda-benda sekitar yang sebagian besar kering.

"Contohnya seperti bakar sampah. Itu bisa rawan, kalau tidak diawasi," katanya.

Dia mencontohkan, seperti yang terjadi di kawasan Perumnas, Cadika, Bungo, beberapa waktu lalu. Kebakaran lahan di lokasi tersebut berawal dari pembakaran sampah.

"Karena kelalaian, pas pula ada angin, jadi api itu sampai ke lahan yang tak jauh dari sana,” jelas Ariyanto.

Lebih lanjut, dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok pada sembarang tempat.
Selain itu, dia juga mengimbau agar masyarakat berkoordinasi dengan instansi terkait, jika terjadi kebakaran.

Baca: Mantan Anggota Polres Linggau Ditangkap, Polisi Temukan Sabu Senilai Rp 70 Juta

Baca: Rehab Eks Rest Area, Dinas PUPR Sarolangun Anggarkan Rp 1 Miliar

Baca: Dorong Ekonomi dan Wisata Lokal, 150 Pemuda Sarolangun akan Dilatih Wirausaha

Baca: Niat Curi HP, Fajrin Sampai Sandra Pemilik Rumah dan Mengelas Pagar, Nasibnya Kini

Baca: 57 Warga Batanghari Terserang ISPA Akibat Karhutla, Dinas Kesehatan Siapkan 5000 Masker

Dari catatannya, sepanjang bulan Juli 2019 ini, tercatat 20 kasus kebakaran. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan paling banyak terjadi, 15 kasus. Sedangkan sisanya adalah kebakaran bangunan sebanyak 5 kasus.

Sedangkan jika dihitung sejak Januari hingga Juli, tercatat 47 kasus kebakaran. Di antaranya kebakaran lahan 26, bangunan 16, dan sisanya kebakaran lainnya.

"Kebakaran lainnya ini seperti kebakaran kendaraan, motor atau mobil misalnya, atau gardu listrik. Itu ada lima kasus," ujarnya.

Untuk kebakaran lahan, wilayah yang paling rawan ada di Kecamatan Rimbo Tengah, yakni Dusun Sungai Mengkuang dan Kelurahan Cadika.

Di Kecamatan Bathin II ada di SKB, kelurahan Sungai Binjai. Kemudian ada di beberapa wilayah di Kecamatan Bathin III dan Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.

Penyebab kebakaran lahan berasal dari kelalaian dan pembakaran sampah yang apinya menjalar ke lahan. Namun, dia menduga ada pula yang memang sengaja dibakar. Sedangkan untuk kebakaran bangunan sebagian besar disebabkan kelalaian dan arus pendek.

Penulis: andika
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved