Tiga Kali Curi Motor, Wahid Dikira Pembalap oleh Hakim

Seorang terdakwa pencurian bernama Wahid divonis 2 tahun 6 bulan penjara, pada Selasa (6/8).

Tiga Kali Curi Motor, Wahid Dikira Pembalap oleh Hakim
Tribunjambi/Jaka HB
Seorang terdakwa pencurian bernama Wahid divonis 2 tahun 6 bulan penjara, pada Selasa (6/8). 

Tiga Kali Curi Motor, Wahid Dikira Pembalap oleh Hakim

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Seorang terdakwa pencurian bernama Wahid divonis 2 tahun 6 bulan penjara, pada Selasa (6/8). Lamanya penahanan ini dikarenakan terdakwa yang sebelumnya sudah tiga kali melakukan pencurian motor.

“Kamu pembalap?” tanya Yandri Roni selaku ketua majelis hakim di Pengadila Negeri Jambi.  

“Tidak yang mulia,” jawab Wahid pelan.

“Curi motor sampai tiga kali, kirain pembalap. Pemuda berbadan gelap,” seloroh Yandri Roni.

Pencurian yang dilakukan Wahid bermula pada tanggal 21 Mei 2018 sekira pukul 14.00.  Wahid mendatangi sebuah bengkel tambal ban yang posisinya berada di depan LPMP Kelurahan Sungai Putri.

Karena kondisi cuaca hujan terdakwa duduk di bengkel tersebut bersama Sultan dan Suherman. Tidak lama kemudian datang saksi bernama Jufri yang berjualan mercon dan ikut berteduh.

Baca: Sekretaris DPD Golkar Jambi Ditahan KPK, Joni Ismed Pastikan Partai Tak Terganggu

Baca: Dianggap Berbahaya Bagi Anak-anak di Jambi, Maulana Lantik KIP3 Cegah Pornografi dan Pornoaksi

Baca: Antisipasi Penyakit Zoonosis, DPKP Kota Jambi Periksa 1.900 Hewan Kurban

Baca: Kebakaran Lahan di Tanjab Timur Merembet ke Kawasan Tahura, Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Seteah hujan reda Sultan dan Suherman meninggalkan Wahid bersama saksi bernama Jufri. Tidak lama Jufri juga kembali ke tempatya berjualan. Namun, Wahid melihat motor milik Jufri terparkir. Motornya jenis Mio J warna hitam degan nomor polisi BH 4595 YS dan masih dalam daftar pencarian barang.

Selanjutnya muncul niat dari Wahid untuk memiliki motor itu. Lantas Wahid mendekati Jufri dan meminjam motor itu dengan alasan untuk membeli nasi. Karena mengira Wahid adalah teman Suherman dan Sultan, maka Jufri pinjamkan saja. Tapi ternyata tak pulang-pulang.

Usut punya usut Wahid membawanya ke Suak Kandis,  Kabupaten Muaro Jambi dan meminta temannya untuk menjual motor tersebut dengan harga 3 juta rupiah. Upahnya 500 ribu untuk rekannya yang menjual bernama Saprol ini. Uang hasil jualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Wahid kemudian dilaporkan oleh Jufri ke kepolisian dan pada Selasa tanggal 19 Maret 2019 pukul 12.00 Wahid berhasil diamankan dan diproses lebih lanjut.

Jufri sendiri mengalami kerugian Rp 7 juta dan Wahid dijerat pasal 372 KUHP.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved