Kemenag Pastikan SK Rektor UIN STS Jambi Habis, Diperintah Bentuk Panitia Penjaringan 

Kemudian rektorat juga diperintah untuk melaksanakan proses penjaringan bakal calon, penilaian kualitatif oleh senat UIN dan menyerahkan hasil

Kemenag Pastikan SK Rektor UIN STS Jambi Habis, Diperintah Bentuk Panitia Penjaringan 
Tribun Jambi/Mareza Sutan
UIN STS Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM – Masa jabatan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Hadri Hasan sudah berakhir tahun ini, sebagaimana yang telah diterangkan oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Agama memerintahkan kepada pihak rektorat untuk segera membentuk panitia penjaringan bakal calon Rektor UIN STS Jambi. Perintah ini dituangkan dalam surat yang dikirim oleh Kemenag kepada rektorat UIN STS Jambi.

Pada surat bernomor B-2184/Dj.I.III/KP.00/07/2019 dan bersifat penting itu, Kemenag melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim GP menjelaskan, berdasarkan KMA nomor B.II/3/54251 tertanggal 27 Juli 2017, yang telah direvisi tentang tahun jabatan pada 25 April 2019, maka masa jabatan Rektor UIN STS Jambi berakhir tahun 2019.

“Untuk itu, diminta untuk segera membentuk panitia penjaringan bakal calon rector UIN STS Jambi masa bakti tahun 2019 sampai 2023 sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan,” jelas Arskal Salim dalam surat yang ditandatanganinya itu.

Kemudian rektorat juga diperintah untuk melaksanakan proses penjaringan bakal calon, penilaian kualitatif oleh senat UIN dan menyerahkan hasil senat tersebut kepada Menteri Agama.

Pihak Kementerian Agama memberi tenggat, rektorat UIN STS Jambi harus menjalankan amanat ini paling lambat tanggal 20 Agustus 2019.

Namun demikian, ternyata surat ini dianggap simpang siur, beberapa pihak di rektorat UIN STS Jambi yang berhasil Tribun hubungi menyebut, kini tersiar kabar bahwa surat tersebut salah atau tidak benar, dan sampai saat ini belum ada pembentukan panitia penjaringan bakal calon rektor.

“Jadi ada kabar pemilihan rektor tidak ada, karena SK sampai 2021,” sebut seorang sumber yang enggan namanya Tribun tulis.

Tribun kemudian mengkonfirmasi kabar itu kepada Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim GP via ponsel, ia mengkofirmasi bahwa surat itu benar. “Itu asli,” katanya via whatsapp, Selasa (6/8).

Menurutnya SK Rektor UIN STS Jambi memang sudah habis tahun ini, sesuai dengan surat yang sudah disampaikan.

Tribun menghubungi anggota senat UIN STS Jambi, Muchtar Latif terkait surat perintah untuk membentuk panitia penjaringan calon rektor, namun Muchtar Latif enggan memberi komentar, ia mengarahkan untuk menghubungi Pembantu Rektor II UIN STS Jambi, Hidayat.

Sayangnya Hidayat tidak merespon, baik saat dihubungi via whatsapp maupun via telepon. Begitu juga dengan Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan, nomor ponsel yang biasa ia gunakan tidak bisa dihubungi. (kip)

Penulis: Zulkifli
Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved