Kasus Taman Hijau Bungo Rugikan Negara Puluhan Juta, PN Jambi Buka Sidang Senin Depan

Kasus dugaan korupsi Taman Hijau Muara Bungo dilimpah ke Pengadilan Negeri Jambi. Sidang perdana akan dilakukan pada 12 Agustus.

Kasus Taman Hijau Bungo Rugikan Negara Puluhan Juta, PN Jambi Buka Sidang Senin Depan
Tribunjambi/Mareza
Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau, Kabupaten Bungo. 

Kasus Taman Hijau Bungo Rugikan Negara Puluhan Juta, PN Jambi Buka Sidang Senin Depan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi Taman Hijau Muara Bungo dilimpah ke Pengadilan Negeri Jambi. Sidang perdana akan dilakukan pada Senin tanggal 12 Agustus di Pengadilan Negeri Jambi.

Galuh Bastoro Aji selaku kasi pidsus (pidana khusus) Kejaksaan Negeri Bungo membenarkan hal ini. “Senin depan penetapan sidangnya,” kata Galuh pada Selasa (6/8).

Galuh mengatakan ada dua tersangka. Namun, hanya satu yang hadir. “Tersangka ada dua tapi meninggal 1 atas nama Ir. Dharma Suardi,” ungkapnya.

Ada enam orang selaku JPU P-16 A. Mereka adalah Galuh Bastoro Aji, Luhur Supriyohadi, Raden Dimas Hidayatullah dan Yupran Susanto.

Sebelumnya diketahui dari Kejaksan Negeri Bungo tersangka E ini akhirnya ditahan dengan barang bukti 71 dokumen, keterangan 23 saksi, dan 2 orang ahli. Adapun peranan tersangka EI dalam kasus ini sebagai pihak pelaksana pekerjaan dalam pembangunan kawasan Taman Hijau di Bungo, dengan membawa perusahaan CV Davina Kontraktor.

Baca: Satu Lagi CJH Jambi Meninggal di Mekkah, Warga Teluk Singkawang Tebo

Baca: PLN Lakukan Recovery Tower ERS ke Tower Existing di Kerinci-Sungai Penuh

Baca: Warga Merangin Keluhkan Mata Perih dan Sesak Nafas Akibat Karhutla, DLH Kesulitan Pantau ISPU

Baca: 3 Hektar Lahan Warga di Sarolangun Terbakar, Status Karhutla Naik Menjadi Darurat

Baca: Buka Acara Literasi Keuangan, Maulana Berharap Ekonomi Kreatif di Kota Jambi Berkembang

"Dari pekerjaan taman hijau  tersebut, terdapat kekurangan volume. Berdasarkan hasil audit BPK dan fakta penyidikan, terdapat kerugian negara senilai sekitar Rp 97.242.096," kata Galuh.

EI dijerat pasal alternatif. Primer, EI dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan subsider, tersangka dijerat pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka. Keduanya adalah (Alm) DS selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pihak Dinas Lingkungan Hidup dan EF dari pihak rekanan. Namun, penyidikan terhadap (Alm) DS telah dihentikan karena telah gugur perkaranya, berdasarkan surat keterangan tertanggal 3 Februari 2019 dari Rumah Sakit Bunda. Sedangkan untuk tersangka EI masih berlanjut.

Pembangunan Taman Hijau Muara Bungo, dibangun dengan anggaran sekitar Rp 921.755.000 juta, yang bersumber dari dana APBN dan dana sharing APBD Kabupaten Bungo.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved