Suap Ketok Palu APBD Jambi 2018

Ditahan KPK, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jambi Sufardi Nurzain Diam Seribu Bahasa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Sufardi Nurzain, Selasa (6/8/2019).

Ditahan KPK, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jambi Sufardi Nurzain Diam Seribu Bahasa
Tribunnews.com/Ilham
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Sufardi Nurzain, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Sufardi Nurzain, Selasa (6/8/2019).

Sufardi Nurzain merupakan tersangka kasus suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi Tahun 2018.

Begitu keluar dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta pada pukul 16.50, Sufardi Nurzain diam seribu bahasa. Tak ada satupun kata keluar dari mulut Sufardi Nurzain terkait penahanannya.

Malahan, Sufardi Nurzain yang telah mengenakan rompi oranye plus tangan terborgol menyempatkan tersenyum kepada awak media.

Baca: Suap APBD Jambi 2018, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ditahan KPK, Ini Nama-nama Tersangka Lainnya

Baca: BREAKING NEWS: KPK Tahan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Sufardi Nurzain

Baca: Muhammadiyah, Effendi Hatta, Zainal Abidin & Asiang Ditahan KPK Secara Terpisah, Giliran yang Lain?

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menginformasikan, Sufardi Nurzain ditahan selama 20 hari di Rutan K4 KPK yang berlokasi di belakang Gedung Merah Putih.

"Hari ini penyidik melakukan penahanan untuk tersangaka SNZ (Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019 DPRD Provinsi Jambi). Penahanan dilakukan di K4 selama 20 hari pertama sejak 6 Agustus hinggal 25 Agustus 2019," ujar Yuyuk kepada pewarta, Selasa (6/8/2019).

Sebelumnya, KPK telah melakukan penahanan terhadap enam tersangka lainnya dalam perkara ini pada Kamis (18/7) dan Rabu (24/7).

Mereka yang ditahan pada Kamis (18/7) ialah tiga anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 masing-masing Muhammadiyah, Effendi Hatta, dan Zainal Abidin. Sedangkan satu tersangka lainnya, yaitu Jeo Fandy Yoesman alias Asiang dari unsur swasta.

Sementara, pada Rabu (24/7) KPK menahan dua anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, Elhelwi dan Gusrizal.

Keenam orang yang telah ditahan KPK merupakan bagian dari 12 anggota DPRD Jambi yang ditetapkan menjadi tersangka sebagai buntut pengembangan kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved