Berita Kriminal Jambi

Tandatangani Dokumen, Terdakwa Dugaan Korupsi Embung di Tebo, Akui Kesalahan

Tandatangani Dokumen, Terdakwa Dugaan Korupsi Embung di Tebo, Akui Kesalahan

Tandatangani Dokumen, Terdakwa Dugaan Korupsi Embung di Tebo, Akui Kesalahan
tribunjambi/mahreza
Ketua majelis hakim menanyakan ahli, mengenai kasus proyek Embung Sungai Abang, Rabu (10/10/18) 

Tandatangani Dokumen, Terdakwa Dugaan Korupsi Embung di Tebo, Akui Kesalahan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu dari dua terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Kabupaten Tebo, Wadio Asmoro, mengakui kesalahannya di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (5/8/2019).

Terdakwa Wadio Asmoro diperiksa sebagai terdakwa, dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Senin (5/8/2019).

Sementara satu terdakwa lainnya yakni Firdaus, terpaksa meninggalkan ruang sidang, karena saksi ahli yang rencana dihadirkan batal datang.

Baca: Kasus Embung Sungai Abang Rugikan Negara 1,2 Miliar, Firdaus Sengaja Menangkan CV Persada Antar Nusa

Baca: Hasil Assesment Pemkot Jambi, Diumumkan Minggu ini, Fasha: Akan Pertimbangkan Hasil Pansel & Asesor

Baca: Kesulitan Air dan Membuat Embung, Kapolres Muarojambi Minta Camat dan Kades Dampingi Petugas

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Purba, terdakwa Widio membenarkan sejumlah pernyataan hakim maupun jaksa penuntut umum.

Dimana terdapat beberapa tindakan yang seharusnya tidak menjadi kewenangannya, namun dilakukan terdakwa.

"Gara-gara anda tanda tanganikan, cair semua dananya 100 persen kan. Padahal pembangunannya tidak selesai," bilang hakim.

Baca: Izin PT DMP Bisa Dicabut, di Pemayung, Batanghari, Juga Ada 2 Perusahaan yang Izinnya Bermasalah

Baca: Lihat saat Panglima TNI Bertanya ke Pria Keturunan Prancis yang Lolos Akmil, Gunakan Bahasa Prancis

Baca: Penampakan Obat Kadaluarsa yang Bertahun Menumpuk di RSUD KH Daud Arif, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Ia pun membenarkan bahwa terdapat beberapa tanda tangan, yang harusnya bukanlah kewenangannya.

"Saya yang membuat dokumen-dokumen pelelangan, dan ada juga tanda tangan lain. Memang harusnya bukan saya. Hasil pemeriksaan pembangunan juga saya yang teken yang mulia," ucap terdakwa.

Wadio juga dinyatakan turut serta melengkapi dokumen pencairan 100 persen, dengan cara menyusun dan membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara serah terima pekerjaan, tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dalam perkara ini, Wadio Asmoro dinyatakan telah memperkaya diri sendiri. Yaitu menerima pembayaran atas kontrak sebagai Konsultan Pengawas sebesar Rp 49.330.000, atau memperkaya orang lain, atau korporasi. Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 1,2 miliar lebih.

Tandatangani Dokumen, Terdakwa Dugaan Korupsi Embung di Tebo, Akui Kesalahan (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved