Gajah Betina Umur 50 Tahun Ditemukan Mati Pasca Direlokasi, Begini Penjelasan BKSDA Jambi

Satu ekor gajah di Jambi bernama Karina mati pada pada pukul 03.00 WIB Senin (29/7) lalu, usai dipindah dari kawasan Tebo.

Gajah Betina Umur 50 Tahun Ditemukan Mati Pasca Direlokasi, Begini Penjelasan BKSDA Jambi
IST
Gajah di Jambi mati usai dipindahkan dari Tebo ke kawasan REKI. 

Gajah Betina Umur 50 Tahun Ditemukan Mati Pasca Direlokasi, Begini Penjelasan BKSDA Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Populasi gajah di Provinsi Jambi kembali berkurang. Satu ekor gajah yang diketahui bernama Karina mati pada pada pukul 03.00 WIB Senin (29/7) lalu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi Rahmad Saleh menyebut matinya Karina setelah dilakukan upaya penyelamatan, dengan melakukan relokasi dari kawasan Tabir Lesung, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo menuju kelompok gajah Jeni yang ada di areal PT REKI. Relokasi ini dimaksudkan agar dapat bertemu jantan dan berkembang biak.

Gajah Karina dengan umur kurang lebih 50 tahun ini dipindahkan dengan pertimbangan gajah ini sudah soliter atau berpisah dari kelompok selama 10 tahun. "Gajah ini kan hewan sosial dan hidup berkelompok jadi harus dicarikan kelompoknya. Kemudian sering terjadi konflik dengan petani setempat," ujarnya.

Diceritakan Rahmad, pada tanggal 27 Juli sekira pukul 18.05 WIB, tim berhasil melakukan rescue terhadap gajah Karina. Dan pada pukul 21.00 WIB gajah dibawa ke PT. REKI lalu tiba di lokasi pada tanggal 28 Juli sekira pukul 07.00 WIB.

Baca: BPK dan KPK Turun ke Kerinci dan Sungai Penuh, Kumpulkan Data Dugaan Korupsi

Baca: Ibu-ibu Mengeluh, Sudah Dua Hari Air PDAM Tirta Kerinci Tak Mengalir

Baca: Tim KPK Turun ke Kerinci, Mulai Kumpulkan Bukti Kasus Bukit Tengah

Baca: Kota Jambi Mulai Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Menurun

Baca: Kemarau, Ribuan Hektare Sawah di Merangin Terancam Gagal Panen

Pada saat diturunkan dari truk dan digiring dengan menggunakan gajah latih, gajah Karina masih dapat berjalan.

Sekira pukul 09.35 WIB sampai di titik pelepasan di areal kensesi PT REKI dan langsung dipasang GPS Collar serta diberi antidote pada pukul 10.34 WIB untuk memulihkan kesadaran pasca pembiusan, tetapi gajah Karina terjatuh dan selanjutnya tim melakukan penanganan medis.

Kemudian pada tanggal 29 Juli sekira pukul 03.00 WIB, gajah Karina dinyatakan mati.

Dugaan sementara kematian diasbabkan oleh stress rescue karena faktor umur, proses penyelamatan gajah Karina dari wilayah Tabir Tebo menuju PT REKI di Kabupaten Sarolangun ditempuh dalam waktu 11 jam dengan menggunakan transportasi darat. Selain itu faktor genetik individu yang belum diketahui.

"Memang kelainan prilaku gajah Karina ini saat proses penyelamatan, berbeda dari biasanya gajah ini cendrung tidak agresif dan lemas," kata Rahmad.

Saat ini populasi gajah yang ada di Provinsi Jambi berjumlah sekitar 120 ekor. Gajah-gajah ini terbagi dalam beberapa kelompok gajah, yang menempati tiga area yakni Kawasan Taman Nasional Bukit 30, Taman Nasional Kerinci Sablat, dan Kawasan areal Konservasi PT REKI.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved