Mencuat Dugaan Jutaan NIK+KK Diperjualbelikan, Fahri Hamzah Ungkap Kecurigaan

Belum rampungnya seluruh warga memiliki KTP elektronik membuat Fahri curiga adanya jual beli data kependudukan.

Mencuat Dugaan Jutaan NIK+KK Diperjualbelikan, Fahri Hamzah Ungkap Kecurigaan
ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Ilustrasi 

Viral Dugaan Jutaan NIK+KK Diperjualbelikan, Fahri Hamzah Ungkap Kecurigaan

"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK."

"Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila," tulis @hendralm dalam cuitannya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara terkait dugaan adanya jual beli data KTP elektronik dan kartu keluarga.

Fahri meminta Kementerian Dalam Negeri segera menyelesaikan proses pembuatan KTP elektronik, sehingga ada protokol perlindungan kepada data penduduk.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat pidato Hari Pancasila di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6/2019).
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat pidato Hari Pancasila di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6/2019). (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

"Ini KTP nya engga jadi-jadi, jangan-jangan itu memang lagi diobjekin orang."

"Saya curiga nih KTP elektronik lama banget. Ini kan sudah lebih dari 10 tahun, masa sih engga selesai-selesai," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/7/2019).

Belum rampungnya seluruh warga memiliki KTP elektronik membuat Fahri curiga adanya jual beli data kependudukan.

Data penduduk bukan digunakan semestinya namun malah diperjualbelikan ke pihak swasta.

"Ya buktinya guna KTP elektronik, buat kita pribadi apa."

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved