Terlibat Perdagangan Sabu Kelas Kakap, Penjual Pinang Didakwa Bersalah

Pada Februari 2019 terdakwa Alimuddin menelpon Mael alias Ujang minta bantuan pekerjaan. Kemudian, Alimuddin pun ditawarkan bisnis sabu.

Terlibat Perdagangan Sabu Kelas Kakap, Penjual Pinang Didakwa Bersalah
Shutterstock
Ilustrasi 

Terlibat Perdagangan Sabu Kelas Kakap, Penjual Pinang Didakwa Bersalah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penjual pinang bernama Alimuddin didakwa bersalah di Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa (30/7). Dia didakwa bersama rekannya Fitra Firnando dan Andri Irawan.

Sidang tersebut dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Yandri Roni, bersama dua hakim anggota yakni, Annisa Bridgestirana dan Oktafiatri Kusumaningsih. Dalam dakwaannya, Nirmala Dewi selaku JPU yang menangani perkara ini mendakwa ketiga tersangka dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam dakwaannya, Nirmala Dewi selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan, terdakwa Alimuddin bersama Fitra Firnando dan Andri Irawan alias Andre (berkas perkara diajukan secara terpisah) pada April lalu di Lorong Kelapa Gading No 76, Rt 36, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, melakukan permufakatan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara  dalam  jual beli, menukar atau menyerahkan satu kantong plastik warna kuning merek Guanyinwang yang berisikan dua bungkus paket besar sabu seberat 1 Kg.

Baca: Sempat Dipersoalkan, Dinas PU Tanjab Barat Sebut Papan Merk Proyek Rehabilitasi Salah Cetak

Baca: Kualitas Udara Bungo Masih Diuji, Ini Penjelasan Dinas LH Bungo

Baca: BMKG Jambi Prediksi Hotspot Terus Meningkat Selama Musim Kemarau

Baca: Puluhan Hotspot Terdeteksi Satelit di Sarolangun, BPBD Sebut Akibat Warga Bakar Lahan

Baca: Pantau Proyek Fisik 2019, Syarif Fasha Minta Konsultan Terus Monitor

Semua berawal pada Februari 2019 terdakwa Alimuddin menelpon Mael alias Ujang (belum tertangkap) minta bantuan pekerjaan. Kemudian, Alimuddin pun ditawarkan bisnis sabu. Karena tengah mempunyai uang Rp 100 juta, Alimuddin pun diminta untuk membayar ongkos sebesar Rp 65 juta terlebih dahulu kepada Ujang.

“Ujang kemudian menyebut harga sabu yakni Rp 400 juta dan ongkos Rp 65 juta. Nanti dijual oleh terdakwa Alimuddin senilai Rp 650 juta. Ujang lalu meyakinkan adanya pembeli dan akan memberikan nomor-nomor telpon calon pembeli ke Alimuddin,” ungkap Nirmala Dewi.

Lantas setelah 10 hari berselang, Ujang kemudian memerintahkan Alimuddin berangkat ke Pekan Baru, karena ada yang mau bertemu. Alimuddin pun berangkat bersama Firman dan Andre. Lima malam berselang di Pekan Baru, Ujang kembali menelpon Alimuddin dan mengatakan barang (sabu,red) tidak jadi datang dan memintanya untuk pulang lagi ke Jambi.

“Ujang mengatakan bahwa barang tersebut akan dikirim dari Batam ke Tungkal. Berselang beberapa hari, Ujang menyuruh Alimuddin memerintahkan anak buahnya agar berangkat ke Tungkal, yakni Fitra. Ia pun memberikan ongkos Rp 1 juta,” tambah Nirmala.

Sesampainya Fitra di Tungkal, proses pengambilan barang (sabu,red) pun dilakukan atau diarahkan melalui telpon seluler. Fitra diarahkan berjalan menuju Teluk Nilau dekat Lapas, untuk mengambil sabu-sabu yang sudah diletakan dekat tong sampah, dalam sangkek asoi hitam.

Setelah Fitra mengambil barang dan pulang ke Jambi, Alimuddin mengajak Andre ke rumah Fitra. Sesampainya di sana, mereka kemudian masuk ke dalam kamar Fitra dan membuka satu sangkek hitam yang berisi sabu. Kemudian, Ujang memberikan nomor telpon calon pembeli bernama Hendri. Sayangnya, saat akan menelpon tiba-tiba datang beberapa anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, dan mengamankan mereka.

Baca: Sekda Minta Seluruh Guru PAUD di Muarojambi Bersertifikasi

Baca: Suhu Maksimum Selama Musim Kemarau Mencapai 34 Derajat, Ini Jam Paling Panas di Siang Hari

Baca: Puluhan Hotspot Terdeteksi Satelit di Sarolangun, BPBD Sebut Akibat Warga Bakar Lahan

Baca: Api di Desa Sipin Teluk Duren Belum Padam, BPBD Temui Bupati Muarojambi Bahas Karhutla

Baca: VIDEO: Detik-detik Kejari Muarojambi Tahan Kades Kasang Lopak Alai

“Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis sabu di bedeng Lrg Kelapa Gading, Rt 36, No 76, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung. Saat digeledeah petugas menemukan sabu di dalam kardus bekas tempat kipas angin di depan lemari dapur rumah Fitra,” jelas Nirmala Dewi.

Ketiga terdakwa usai mendengarkan dakwaan tersebut merasa tidak keberatan, sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad, selaku kuasa hukum ketiganya. Majelis hakim menunda persidangan hingga Selasa (6/8) mendatang  untuk pemeriksaan tiga orang saksi dari BNNP Jambi.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved