Suhu Maksimum Selama Musim Kemarau Mencapai 34 Derajat, Ini Jam Paling Panas di Siang Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada awal bulan Agustus 2019.

Suhu Maksimum Selama Musim Kemarau Mencapai 34 Derajat, Ini Jam Paling Panas di Siang Hari
Tribunjambi/Deddy Nurdin
Pemukiman di Kota Jambi. 

Suhu Maksimum Selama Musim Kemarau Mencapai 34 Derajat, Ini Jam Paling Panas di Siang Hari

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada awal bulan Agustus 2019.

Meski demikian, suhu hudara pada siang hari saat ini terasa sangat terik lebih panas dari biasanya.

Menurut penjelasan BMKG Sulthan Thaha Jambi, suhu udara yang panas dikarenakan cuaca yang lebih kering di musim kemarau dan mempengaruhi peningkatan suhu udara.

Suhu udara maksimum di Provinsi Jambi saat ini cukup tinggi, terutama memasuki musim kemarau. Dimana pada suhu maksimum mencapai 34 derajat celsius.

"Suhu maksimum mencapai 34 derajat celsius, dan minimum terjadi pada subuh hari," kata Kurnia Ningsih, Kasi Data dan Informasi BMKG Sulthan Thaha Jambi.

Baca: Kualitas Udara Bungo Masih Diuji, Ini Penjelasan Dinas LH Bungo

Baca: BMKG Jambi Prediksi Hotspot Terus Meningkat Selama Musim Kemarau

Baca: Salahi Izin, Gudang Manisan di Kota Jambi Disegel Tim Terpadu

Baca: Puluhan Hotspot Terdeteksi Satelit di Sarolangun, BPBD Sebut Akibat Warga Bakar Lahan

Baca: Api di Desa Sipin Teluk Duren Belum Padam, BPBD Temui Bupati Muarojambi Bahas Karhutla

Suhu maksimum akan terjadi pada pukul 14.00 WIB siang. Sementara suhu minimum terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

"Itu lah kenapa pada siang hari sekitar jam 14.00 WIB siang akan terasa lebih panas, sebaiknya kurangi beraktifitas pada jam tersebut di luar rumah," ujarnya.

Sementara itu jika pada malam hingga dini hari suhu lebih dingin kata Kurnia Ningsih dikarenakan pegaruh siklus onsun Australia.

Monsun Australia bergerak dari Australia masuk ke Indonesia lewat selatan Indonesia. Serta membawa suhu udara dingin namun bersifat kering.

"Kalau siangnya panas sebaliknya pada malam hari terasa lebih dingin dan menusuk itu karena adanya pengaruh monsun Australia. Di wilayah pegunungan akan terasa lebih dingin," katanya.

Ia juga menjelaskan saat ini kelembaban minimum di wilayah provinsi Jambi hanya 53 persen kurang dari 60 persen.

"Ini termasuk kering. Prasyarat pertumbuhan awan minimal 60 perse jadi potensi pembentukan awan hujan belum ada," pungkas Kurnia Ningsih. 

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved