Salahi Izin, Gudang Manisan di Kota Jambi Disegel Tim Terpadu

Tim terpadu Pemerintah Kota Jambi melakukan penyegelan terhadap toko manisan di Jalan Raden Wijaya, Rabu (31/7).

Salahi Izin, Gudang Manisan di Kota Jambi Disegel Tim Terpadu
Tribunjambi/Rohmayana
Tim terpadu Pemerintah Kota Jambi melakukan penyegelan terhadap toko manisan di Jalan Raden Wijaya, Rabu (31/7). 

Salahi Izin, Gudang Manisan di Kota Jambi Disegel Tim Terpadu

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Tim terpadu Pemerintah Kota Jambi melakukan penyegelan terhadap toko manisan di Jalan Raden Wijaya, Rabu (31/7).

Tim yang terdiri dari Dinas Penananman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satpol PP Kota Jambi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Dinas Perdagangan dan Perindutrian, Dinas Perumahan dan Pemukiman serta camat dan lurah, melakukan penyegelan karena bangunan tersebut melanggar izin.

Muchtar, Sekretaris DPMPTSP Kota Jambi mengatakan, izin yang diberikan pemerintah yakni izin toko.

"Disana ada gudangnya besar. Itu menyalahi izin. Boleh saja ada gudang tapi tidak boleh besar," kata Muchtar.

Sementara Said Faizal, Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah (PPD) Satpol PP Kota Jambi mengatakan, ada dua hal yang menjadi penyebab disegelanya bangunan tersebut, yakni karena penyalahgunaan izin dan kemudian menunggak retribusi.

"Izin toko, tapi beroperasi sebagai gudang. Luas gudang 10x28 meter," kata Said.

Baca: Children Fair di Matahari Lippo Plaza Jambi, Promo Beli 1 Gratis 2

Baca: Pantau Proyek Fisik 2019, Syarif Fasha Minta Konsultan Terus Monitor

Baca: Puluhan Hotspot Terdeteksi Satelit di Sarolangun, BPBD Sebut Akibat Warga Bakar Lahan

Baca: 6 Calon Camat di Kota Jambi Ikuti Pantukhir Fit dan Proper Tes

Baca: Tribun Jambi akan Adakan Workshop Dunia Barbaer Berhadiah Jutaan, Catat Tanggalnya

Sebelum dilakukan penyegelan sebut Said, pihaknya sudah memberi peringatan pada pemilik bangunan.

"Tiga kali kita peringati, setelah peringatan kegita tidak diindahkan, baru kita lakukan penyegelan," imbuhnya.

Selanjutnya sebut Said, pelaku usaha akan diberi surat pernyataan dan ditandatangani. Dengan perjanjian untuk menjalankan operasional sesuai dengan izin yang ada.

"Kalau izin toko harus toko, gudang tidak boleh, nanti akan dibuat surat pernyataan, jika pemilik bangunan bersedia dan berkenan baru segel dibuka," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved