Berita Sarolangun

Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop

Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop

Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop
NET
Ilustrasi koperasi. Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop 

Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Puluhan koperasi yang ada di Kabupaten Sarolangun, terdata lumpuh kegiatan, alias mati suri.

Berdasarkan data yang dihimpun, di Kabupaten Sarolangun, ada 287 koperasi yang terdiri dari koperasi aktif sebanyak 196 unit dan koperasi yang tidak aktif sebanyak 91 unit.

Dari ratusan koperasi tersebut, anggotanya berjumlah 16.234 orang.

Baca: Sukses Berdayakan Koperasi dan UKM, Yuliana Fasha Raih Penghargaan dari Presiden RI

Baca: Wabup Sarolangun Instruksikan Video Bahaya Narkoba Dari BNN, di Putar Ke Sekolah-sekolah

Baca: Ada Kirab Bendera 1000 Meter Kelilingi Kota Muara Bungo, Sambut HUT RI ke-74

Suaidi, Kabid Koperasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sarolangun mengaku, dari pantauan sekarang, ada puluhan koperasi yang sudah tidak ada kegiatannya lagi atau lumpuh kegiatan.

"Namonyo (koperasi) ado, tapi kegiatan tidak ada lagi," ungkap Suaidi.

Menurutnya, dengan banyaknya koperasi yang sudah tidak aktif tersebut, pihaknya saat ini sedang berupaya agar bisa memanfaatkan aset-aset yang ada.

Baca: Gaya Abis! Syahrini Beli Bakso Kenakan Piyama dan Tenteng Tas Berharga Fantastis Senilai Rp 52 Juta

Baca: Bakal Naik Gaji Honorer Pemprov Jadi Rp 2,9 Juta hingga Kepastian Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun 2019

Baca: Sudah Ada 5.700 Agen BRlLink Tersebar di Provinsi Jambi, Bisa Layani Nasabah 24 Jam

"Kalau memang ada dibuat unit usaha penggabungan," ujarnya

Namun katanya, pihaknya masih mengacu regulasi dan aturan yang berlaku jika koperasi tersebut akan dibubarkan.

Hal itu kata Suaidi, masih dalam tahap penggodokan data, agar keputusan bisa diambil secara tepat dan tidak merugikan beberapa pihak.

"Untuk membubarkan juga kita butuh regulasi dan aturan, tidak sembarangan. Karena membentuknya juga susah," bilang Suaidi.

Berdasarkan instruksi Menteri Koperasi kata Suaidi, dengan banyaknya koperasi yang sudah tidak aktif, bukan hanya di Sarolangun, melainkan seluruh Indonesia, mengalami hal sama.

Katanya bahwa tidak boleh lagi membentuk atau menambah koperasi.

"Aktifkan koperasi yang ada," tuturnya.

Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop (Wahyu Herliyanto/Tribun Jambi)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved