Berita Jambi

7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB

7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB

7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB
Tribunjambi/Zulkifli
7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB 

7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sejak Januari hingga 29 Juli 2019 ini, Badan Penggulangan Benacana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, mencatat sedikitnya 171,40 hektare lahan di Provinsi Jambi, terbakar. 

Terakhir Karhutla terjadi di Kabupaten Muaro Jambi, seluas 10 Hektare dan Tanjung Jabung Timur sebanyak 20 hektare. 

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah menyampaikan, pertanggal 23 Juli 2019 lalu, Provinsi Jambi sudah menaikkan status dari siap siaga Karhutla menjadi siaga darurat Karhutla.

Baca: BPBD Sebut Kebakaran Lahan di Desa Mencolok, Tanjab Timur, Sudah Mencapai 200 Hektar

Baca: Karhutla di Sarolangun Jambi, 5 Ha Lahan di Empat Kecamatan Terbakar, Satgas 6 Jam Padamkan Api

Baca: Puluhan Koperasi di Kabupaten Sarolangun, Lumpuh dan Tidak Beroperasi, Ini Tanggapan Disperindagkop

Ketika status siaga darurat ini sudah naik, maka kata Bachyuni, sistim bekerjanya sudah sistim komando.

"Insider comendernya berdasarkan SK Pak Gubernur Dansatgasnya ditunjuklah bapak Komandan Korem 042 Garuda Putih, dengan struktur wakil Dansatgas saya bersama dengan Karo Ops Polda Jambi," kata Bachyuni, Selasa (30/7/2019).

Kejadian karhutla yang terjadi sejauh ini kata dia, masih berupaya dipadamkan oleh tim operasi darat. Menurut Bachyuni, jika hingga 14 hari ke depan Karhutla masih belum bisa dikendalikan oleh tim darat, maka pihaknya akan meminta bantuan operasi udara dengan water bombing dari helikopter yang ada di Palembang. 

Petugas BPBS berusaha padamkan api yang membakar lahan warga Desa Sipin Teluk, Kecamatan Kumpeh Ulu.
Petugas BPBS berusaha padamkan api yang membakar lahan warga Desa Sipin Teluk, Kecamatan Kumpeh Ulu. (IST)

"Saya baru sampai dari Jakarta, saya sudah usulkan tiga helikopter dari BNPB, satu heli pemantau, dua water bombing. Tapikan proses mendatangkan heli ke Indonesia tidak gampang butuh waktu paling cepat 14 hari," ujarnya.

Ada beberapa kendali kata Bachyuni, yang ditemukan tim operasi pemadam darat. Yaitu sulitnya akses menuju lokasi karhutla, serta sumber air yang sulit ditemukan.

"Apalagi wilayah Muarojambi dan Tanjabtim ini kawasan Gambut, sehingga pemadaman lebih sulit dilakukan," ungkapnya. 

Selain itu menurut Bachyuni, dalam waktu dekat akan dilakukan apel siaga yang melibatkan kurang lebih 1500 personil.

"Sesuai dengan arahan BNPB 500 orang dari TNI, 205 dari Polri, dari BPBD sendiri 102, dan sisanya dari masyarakat yang tinggal di derah rawan Karhutla," imbuhnya.

Dari 171 hektare lahan yang terbakar tersebut, pihak BPBD merincikan lahan tersebut terdiri dari kawasan hutan 27,5 Ha, kawasan APL 143,9 Ha, Lahan Gambut 46,5 Ha, serta lahan mineral 124,9 Ha.

7 Bulan, 171 Hektare Lahan, Terbakar di Provinsi Jambi, BPBD Usul Bantuan 3 Helikopter ke BNPB  (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved