Berita Batanghari

Wah, Ratusan Pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Menunggak Sewa Kios Sejak 2004

Wah, Ratusan Pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Menunggak Sewa Kios Sejak 2004

Wah, Ratusan Pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Menunggak Sewa Kios Sejak 2004
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Pasar Keramat Tinggi. Wah, Ratusan Pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Menunggak Sewa Kios Sejak 2004 

Wah, Ratusan Pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Menunggak Sewa Kios Sejak 2004

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Ratusan pedagang di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, menunggak pembayaran sewa kios. Bahkan, tunggakan tersebut sudah terjadi sejak 14 tahun silam.

Data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Batanghari mencatat, sejak 2004 hingga 2018 ada 425 pedagang yang menyewa kios di Pasar Keramat Tinggi. 205 pedagang di antaranya tak membayar sewa.

Baca: Jangan Parkir Sembarangan di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Bakal Ditindak Petugas

Baca: Kedalaman Gambut yang Tebakar di Muarojambi 4 Sampai 7 Meter, Petugas Kesulitan Padamkan Api

Baca: Seminar Pendidikan Di Batanghari Hadirkan Pembicara Internasional dari Michigan State University

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Batanghari, Suparno mengatakan, pedagang yang mampu membayar ada 220 pedagang atau lebih kurang 50 persen. Namun, dengan surat pernyataan pencicilan pembayaran.

"Dari ratusan pedagang, yang sanggup bayar penuh atau lunas hanya 7 pedagang," sebutnya, saat dikonfirmasi, Senin (29/7/2019).

Suparno menyebutkan, padahal sewa kos per tahunnya hanya Rp 276 ribu untuk di kawasan blok A hingga blok E.

Baca: Sedang Hamil, Istri Ini Rela Carikan Suaminya Wanita Lain Untuk Dipoligami dan Kenalan di Facebook

Baca: Taklukan Singapura,Timnas U-15 Indonesia Berada di Puncak Klasemen Piala AFF U-15 2019

Baca: Urutan Pertama Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Jadi yang Terburuk di Dunia Lewati India dan Rusia

"Namun yang membuat mereka berat untul membayar lantaran tiap tahun ditunggak hingga totalnya menjadi besar," ungkapnya. 

Total kerugian dari tunggakan sejak 2004 silam, disebutkannya mencapai Rp 2,6 miliar lebih. Sementara yang diraup Pemkab Batanghari sebesar Rp 685 juta lebih.

"Kita sudah mengambil tindakan tiap tahunnya dengan mendatangi kios-kios pedagang yang menunggak pembayaran. Tapi banyak kios yang kosong dan tak ditempati," bebernya.

Baca: Jadwal Liga Inggris 2019/2020 Manchester United vs Chelsea, Perbandingan Transfer MU dan The Blues

Baca: KABAR GEMBIRA Upah Tenaga Honorer Setara Dengan PNS, Suratnya Sudah Ditandatangani Presiden Jokowi

Baca: Fly Over Simpang Mayang Jambi Sedot Anggaran Rp 198 Miliar, Dana Kegiatan OPD Terancam Dipangkas

Sebelumnya, Pasar Keramat Tinggi dikelola oleh Dinas Tata Kota Batanghari. Namun, pada 2017 lalu pengelolaan tersebut dialihkan ke Disperindagkop Batanghari.

Halaman
12
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved