Truk Kayu Sering Melebihi Tonase, Karang Taruna Sungai Bahar Tuntut PT RHM

Karang Taruna Desa Marga Mulya melakukan aksi damai menolak mobil kayu dan mobil muatan sawit yang melebihi tonase, Sabtu (27/7).

Truk Kayu Sering Melebihi Tonase, Karang Taruna Sungai Bahar Tuntut  PT RHM
Tribunjambi/Samsul Bahri
Karang Taruna Desa Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi tepatnya Desa Marga Mulya melakukan aksi damai menolak mobil kayu dan mobil muatan sawit yang melebihi tonase, Sabtu (27/7). 

Truk Kayu Sering Melebihi Tonase, Karang Taruna Sungai Bahar Tuntut  PT RHM

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Karang Taruna Desa Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi tepatnya Desa Marga Mulya melakukan aksi damai menolak mobil kayu dan mobil muatan sawit yang melebihi tonase, Sabtu (27/7). Ini dilakukan oleh Karang Taruna setempat di depan Kantor Desa Marga Mulya. 

Imam selaku Ketua Karang Taruna dan juga korlap dalam aksi ini menyebutkan bahwa ini dilakukan karena mobil tersebut mengangkut kayu melebihi aturan untuk melintas di luar trayek yang disepakati oleh pemerintah.

Kepala Desa Marga Mulya, Kartoni menyebutkan bahwa aksi pemuda yang tergabung dalam karang taruna tersebut menyikapi atas aksi mobil angkutan kayu yang melintas di daerah tersebut melebihi tonase.

"Jadi ya ada baiknya dari aksi yang dilakukan pemuda karang taruna ini, karena memang ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat dengan muatan mobil yang melebihi tonase. Seperti jalan ini, rusak dan kadang kabal listrik yang sering terkena kayu yang dibawa mobil tersebut," ujarnya pada Tribunjambi.com.

Baca: Ace Hardware Lagi Promo Gede-gedean, Hemat hingga 70 Persen, Catat Tanggalnya Juli Ini

Baca: Berawal Sakit Perut, Sampai Dokter Terkejut ada 7.500 Batu di Empedu Wanita Ini, Penyebab Hal Sepele

Baca: Siapa Sebenarnya Soedjono Hoemardani, Jenderal Nyentrik Yang Buat Soeharto Menangis Kala Tutup Usia

Baca: All New HiAce Premio, Toyota Lengkapi Line up HiAce untuk Segmen Premium

Usai melalukan aksi damai tersebut, akhrinya dilakukan mediasi yang dihadiri oleh Kapolsek Sungai Bahar, AKP Hardianto, Camat Sungai Bahar, Sudarmanto, Perwakilan Kades dan dari Perusahaan PT RHM (Rimba Hutani Mas) yang diwakilkan oleh Iswandi bagian humas.

Adapun hasil dari mediasi tersebut, bahwa pengusaha kayu bersedia tidak melintas di trayek yang bukan jalur yang sesuai denga aturannya. Selain itu, turut disepakati bahwa pihak pengusaha kayu akan memperingati transporternya agar mematuhi pengunaan jalan sesuai dengan aturannya.

"Jika tranporter mobil kayu masih melintasi jalan yang tidak sesuai aturan lintasannya maka masyarakat berhak memberhentikan mobil tersebut agar putar balik tidak masuk ke jalan desa," ujar Camat Sungai Bahar saat di konfirmasi Tribunjambi.com.

Lebih lanjut disampaikan oleh Camat bahwa dalam mediasi tersebut, pihak perusahaan kayu akan membantu kerusakan jalan dengan cara bertahap. Selain itu juga menyepakati bahwa muatan kayu dikurangi  tonase jika melebihi dan ketinggian muatan kayu harus dikurangi karena sering nyangkut kabel listrik PLN.

"Jadi apa yang menjadi tuntutan karang taruna tersebut disetujui oleh pihak perusahaan," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved