Berita Kriminal Jambi

Kasus Pembunuhan di Legok, Terungkap di Persidangan, Terdakwa Sempat Disekap Korban Karena Narkoba

Kasus Pembunuhan di Legok, Terungkap di Persidangan, Terdakwa Sempat Disekap Korban Karena Narkoba

Kasus Pembunuhan di Legok, Terungkap di Persidangan, Terdakwa Sempat Disekap Korban Karena Narkoba
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Ilustrasi. Rekosntruksi pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Legok, Kota Jambi. Kasus Pembunuhan di Legok, Terungkap di Persidangan, Terdakwa Sempat Disekap Korban Karena Narkoba 

Kasus Pembunuhan di Legok, Terungkap di Persidangan, Terdakwa Sempat Disekap Korban Karena Narkoba

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa kasus pembunuhan Feri Ardiansyah, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jambi.

Dalam persidangan yang diketuai Sri Warni Wati, terdakwa mengaku bahwa ia mengambil pisau di meja makan dan menusukkannya tepat di leher korban (Sukri).

Lalu korban lari keluar rumah terdakwa. Dan, terdakwa mengejar korban dengan pisau dan tiba-tiba seorang ibu mengadang terdakwa hingga terdakwa berhenti mengejar.

Baca: VIDEO: Dugaan Pembunuhan dan Pemerkosaan RSM di Muaro Bungo Jambi, Pelaku Tunawicara

Baca: Konflik Perusahaan dengan 56 Karyawan yang di PHK Sepihak di Tanjab Barat, Berujung ke PHI

Baca: Inilah Pemicu Brigadir Rangga Nekat Menembak Rekan Sendiri Sebanyak 7 Kali Tembakan hingga Tewas

Setelah kejadian itu, terdakwa Feri melarikan diri ke Sumatera Barat, Ia tidak tahu jika korban meninggal atau selamat dari tikaman tersebut. Dalam waktu yang cukup lama. Tiba-tiba Feri mendengar kabar Sukri sudah meninggal.

"Mengapa kau membunuhnya pakai pisau, kalau dia tangan kosong mengapa tak kau lawan dengan tangan kosong,” tanya Sinta, anggota majelis hakim di Pengadilan Negeri, Kamis (25/7/2019) lalu.

Baca: Jelang Pilgub Jambi 2020,AJB Blak-blakan, Ini Kata Walikota Sungaipenuh 2 Periode ini

Baca: Gegara 2 Artis Ini Ciuman Bibir di Konser Siaran Langsung, Indosiar Langsung Dapat Teguran dari KPI

Baca: Kisah Nyata Perempuan 37 Tahun dari Amerika yang Kecanduan Hubungan Intim, Bisa Disembuhkan di Bali

Terdakwa hanya diam dengan pertanyaan hakim. Lantas Hakim menanyakan berulang-ulang dan menambahkan pertanyaan apakah terdakwa takut dengan korban. Terdakwa mengangguk lemah.

"Saya pernah disekap Sukri (korban,red) yang mulia, satu hari," ungkap Feri, membuka suara.

Setelah ditanyai hakim, ternyata Feri mengatakan dirinya merasa dituduh terkait narkoba yang dimiliki Sukri.

“Menanyakan soal narkoba miliknya. Saya diborgol di belakang rumahnya. Jam 8 malam sampai jam 4 pagi,” kata Feri.

Halaman
12
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved