Breaking News:

Tsamara Amany dan Ruhut Sindir Soal Ucapan Besi dari Tiongkok, Begini Jawaban Anies Baswedan

Ucapan soal besi yang diimpor dari Tiongkok itu keluar saat Anies Baswedan menjawab kritikan soal instalasi seni Bambu Getah-Getih di Bundaran Hotel I

(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung PKK Melati Jaya, Kebagusan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

Ia pun meminta Anies Baswedan berhenti menyebut pribumi dan non pribumi.

"kau kayaknya seperti gimana dengan Tiongkok tapi kau lupa, contohnya nih bawang dari Tiongkok, bus listrik pun kau pesan dari Tiongkok," jelasnya.

"Aku ini pening, kau gubernur atau menlu? yang lebih ngeri lagi kau ngomong Formula E, kau emangnya CEO olahraga?," tambahnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut bahwa pihaknya sengaja menggunakan material bambu untuk instalasi seninya ketimbang menggunakan besi.

Ia juga menjawab soal anggaran yang dikeluarkan untuk membeli instalasi bambu Getih Getah yang dipasang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat adalah untuk membantu para petani bambu.

"Anggaran itu ke mana perginya? Perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, pengrajin bambu," kata dia di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Gubernur Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan (Youtube Talkshow tvOne)

Dalam acara E-Talkshow TV One yang diunggah di channel Youtube 26 Juli 2019, Anies Baswedan kembali menjelaskan soal ucapan besi dari Tiongkok.

Anies menjelaskan, instalasi seni Bambu Getah-Getih itu tidak bisa permanen, dan diprediksi hanya berusia 6 bulan dan maksimal 1 tahun.

Tentunya berbeda dengan instalasi seni yang terbuat dari besi.

"Kalau kita menggunakan besi, kita membesarkan orang yang sudah besar," ucapnya.

Lanjutnya, alasan ia mengucapan Tiongkok karena menurutnya saat ini produsen terbesar besi di dunia adalah dari Tiongkok.

"kalau misal susu, keju, mentega, saya nyebutnya Selandia Baru. Kalau daging sapi ya Australia. Masa kalau saya sebut itu dibilang rasis gitu?" ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com 

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved