Campus Zone

Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas

Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas

Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas
Tribunjambi/Nurlailis
Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas 

Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam mata kuliah elektronika digital di Universitas Jambi (Unja), prodi pendidikan fisika, pembuatan produk menjadi tugas akhir dalam penilaian.

Febrika Rahmat Basuki, dosen elektronika digital menyampaikan pada dasarnya mata kuliah elektronika digital mahasiswa biasanya per semester diberikan 2-3 proyek dan proyek yang dikerjakan mahasiswa produk yang memiliki nilai jual.

"Seperti visi misi Unja menjadi the world class entrepreneurships university yang artinya bagaimana pembelajaran agar mengembangkan keterampilan mahasiswa yang memiliki nilai jual," ungkapnya.

Produk yang bernilai jual yang dihasilkan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Unja
Produk yang bernilai jual yang dihasilkan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Unja (Tribunjambi/Nurlailis)

Setiap mahasiswa akan diminta mengerjakan proyek, satu diantaranya membuat sensor penghitung jumlah kunjungan yang biasanya digunakan untuk menghitung kunjungan di perpustakaan, lapas, atau tempat kunjungan lainnya.

Proyek ini dikerjakan oleh tim Agustian, Rizki intan sari, Melisa dan Dani. Agustian menjelaskan untuk alatnya menggunakan sensor ultrasonik, arduino uno, modul LED.

Baca: Siapakah Alan Sokal, Ahli Fisika Yang Disebut Rocky Gerung Saat Debat Panas Dengan Rhenald Kasali

Baca: Live Score Pertandingan Liverpool vs Napoli Malam Ini Via Mola TV Laga Pramusim 2019, Pantau di HP

Baca: Tak Disiarkan di Televisi, Laga Arsenal vs Lyon di Emirates Cup 2019 Malam Ini, Dani Cellebos Debut?

"Prinsip kerjanya sensor ultrasonik ini menangkap gerak sehingga perhitungan. Ada dua sensor yang digunakan untuk yang keluar dan yang masuk," jelasnya.

Waktu pembuatan bisa dalam 1-3 hari karena kata mahasiswa tersebut masih banyak hal yang dipelajari. Dengan menghabiskan biaya Rp 200 ribuan.

Baca: Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Warga Gerebek Lokasi PETI di Bungo, 11 Mesin Dompeng Dibakar

Baca: Sampai 1 Agustus Traveloka Beri Diskon Tiket Hingga Rp 1,5 Juta Penerbangan Rute Internasional

Baca: BREAKING NEWS: Galian PETI di Bungo, Longsor, 2 Orang Tewas Tertimbun, Sempat Dibawa ke Puskesmas

Pembuatan alat penghitung jumlah kunjungan ini bisa dibuat bermacam-macam, bukan hanya data orang masuk dan keluar. Tapi bisa juga diprogram untuk keperluan lainnya.

"Proyek yang diberikan dosen ini, merupakan salah satu bentuk usaha untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan melatih skill agar keluaran atau lulusannya menjadi berkualitas dalam mengajar dan keterampilan," pungkasnya.

Mahasiswa Unja, Prodi Pendidikan Fisika, Buat Proyek yang Memiliki Nilai Jual, Sebagai Tugas (Nurlailis/Tribun Jambi)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved