Berita Jambi

Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisperindag Provinsi Jambi

Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisprindag Provinsi Jambi

Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisperindag Provinsi Jambi
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah. Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisprindag Provinsi Jambi 

Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisperindag Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang hari raya Idul Adha 1440/2019, harga komoditi cabai di pasar-pasar tradisional di Jambi, masih melonjak tinggi.

Hal ini disebabkan minimnya pasokan karena kemarau yang membuat kekeringan di sentranya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan, saat ini harga cabai masih berada di atas Rp 50 ribu.

Baca: Cabai Jadi Topik Utama, Rakor TPID, Bahas Perkembangan Inflasi & Event Analysis Cabai Merah di Jambi

Baca: Hasil Assesment Eselin II Pemkot Jambi, Diperkirakan Keluar di Awal Agustus

Baca: 56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon

"Memang cabai ini kita akui di atas harga 50, kenapa ? Karena memang kita supply tidak ada, jadi pasokannya sedikit. Kemarin itu kita bisa masuk baru 12 Ton, kemarinnya lagi 6 Ton sehingga harganya antara Rp 50-58 ribu," sampainya kepada awak media, Minggu (28/7/2019).

Mengenai kapan harga cabai akan kembali normal, Ariansyah mengaku tergantung supply. Karena selama ini sekitar 70-80 persen supply berasal dari Jawa Tengah, seperti dari Brebes, Purworejo, Magelang, Muntilan dan sebagainya.

Baca: Kisah Nyata Perempuan 37 Tahun dari Amerika yang Kecanduan Hubungan Intim, Bisa Disembuhkan di Bali

Baca: Gempa Hari Ini - Banten Diguncang Gempa Lumayan Besar, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Baca: Fly Over Simpang Mayang, Dibangun dengan 1 Tahun Anggaran, Bappeda Sebut Bisa Menghemat Anggaran

"Kalau bisa masuk ke Jambi 10 mobil dengan perkiraannya 30 ton cabai saja, itu harga cabai akan normal di bawah Rp 30 ribu," ungkapnya.

Sedangkan untuk upaya yang dilakukan, Ariansyah menyebut hanya akan melihat stok di sentra. Karena menurutnya, yang menjadi permasalahan berada di hulu bukan di hilir.

"Kalau harga di petani mahal sampai dipasar mahal itu wajar, ini kalau harga petani murah dan di pasar mahal itu pasti ada permainan stok. Tapi selama ini tidak ada yang bermain, karena memang 100 persen murni pasokan berkurang," terangnya.

Sementara stok cabai di lebaran Idul Adha sendiri, kata Ariansyah, jika melihat dari laporan yang ada setiap harinya, dipastikan masih mengalami kenaikan harga dengan stok yang tidak menentu.

"Laporan setiap hari biasanya ada 4 mobil yang bahkan pernah hanya 2 mobil dengan isian 6 ton cabai. Sedangkan kebutuhan kita adalah 30 ton. Nah bayangkan pasti dengan supply yang sedikit tetapi permintaan tetap, pasti harga mahal dan pasti naik, itulah hukum ekonomi nya," tuturnya.

Harga Cabai di Jambi Masih Tinggi, Ini Penjelasan Kadisprindag Provinsi Jambi (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved