Berita Tanjab Barat

56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon

56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon

56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon 

Secara mengejutkan, pada 14 Mei lalu, para karyawan ini mendapatkan pemberitahuan PHK. Di dalam surat disebutkan jika mereka didiskualifikasi mengundurkan.

"Para pekerja juga sampai saat ini belum dibayarkan gajinya 2 bulan sebelum di PHK," ungkap Riswo.

Baca: Live Score Pertandingan Liverpool vs Napoli Malam Ini Via Mola TV Laga Pramusim 2019, Pantau di HP

Baca: Tak Disiarkan di Televisi, Laga Arsenal vs Lyon di Emirates Cup 2019 Malam Ini, Dani Cellebos Debut?

Baca: BREAKING NEWS: Galian PETI di Bungo, Longsor, 2 Orang Tewas Tertimbun, Sempat Dibawa ke Puskesmas

Para pekerja mengadukan masalah tersebut ke dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebab, hasil mediasi dengan pihak perusahaan tidak menemukan kata sepakat.

Saat ini para pekerja tersebut menurut Riswo, juga sedang ketakutan. Karena pihak perusahaan bersama security memaksa ke 56 pekerja ini keluar dari perusahaan.

"Rencananya akan dilakukan pengusiran paksa oleh pihak perusahaan pada 30 Juli nanti," tuturnya.

Baca: Kasihan, 80 Persen Tubuh Bocah 2,7 Tahun Asal Sarolangun, Ini Melepuh Karena Tersiram Air Panas

Baca: SEDANG BIMBANG, Minta Petunjuk Kepada Allah SWT, Niat dan Tata Cara Salat Istikharah

Baca: Setelah Berhubungan Intim Lakukan 7 Hal Ini, Rasakan Manfaatnya yang Luar Biasa Bikin Ketagihan

Menyikapi masalah ini, para pekerja melalui kuasa hukumnya sudah meminta bantuan kepada Bupati Tanjung Jabung Barat, Safrial dan juga DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Namun sayangnya, tidak mendapat tanggapan.

Kuasa Hukum pekerja, Tengku Ardiansyah mengatakan, para pekerja ini meminta untuk tidak dilakukan pengusiran sampai masalah ini selesai. Karena jika diusir dalam waktu dekat ini, mereka akan kehilangan tempat tinggal.

"Nantinya justru akan timbul masalah sosial baru," katanya.

Tengku Ardiansyah juga menjelaskan, para pekerja meminta agar pihak perusahaan dapat menyelesaikan hak- hak para pekerja ini, sebagaimana Pasal 156 ayat 2 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Karena menurutnya, pihak pekerja tidak melakukan mangkir kerja, apa lagi mengundurkan diri.

Baca: Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Warga Gerebek Lokasi PETI di Bungo, 11 Mesin Dompeng Dibakar

Baca: Seminar Pendidikan Di Batanghari Hadirkan Pembicara Internasional dari Michigan State University

"Mereka telah meminta pihak KSBSI DPC Tanjung Jabung Barat untuk melakukan mediasi dengan Perusahaan. Namun bukan penyelesaian yang didapat, malah surat PHK yang diterima. Pekerja sebenarnya siap untuk meninggalkan mess perusahaan jika permasalahan ini selesai," ujarnya.

56 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat di PHK Sepihak, Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa Uang Pesangon (Darwin Sijabat/Tribun Jambi)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved