Bak Intel, Anggota KKB Papua Membaur di Tengah Masyarakat, Jadi Rakyat Jelata hingga Pejabat

Bahkan, menurut Aidi, anggota KKB Papua dapat membaur menjadi pejabat daerah, anggota dewan, hingga anggota lembaga swadaya masyarakat.

Bak Intel, Anggota KKB Papua Membaur di Tengah Masyarakat, Jadi Rakyat Jelata hingga Pejabat
Kolase KOMPAS.com/Dhias Suwandi dan Facebook/TPNPB
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi (kiri), KKB Papua (kanan) 

Bak Intel, Anggota KKB Papua Membaur di Tengah Masyarakat, Jadi Rakyat Jelata hingga Pejabat

TRIBUNJAMBI.COM - TNI mengungkap adanya dugaan penyamaran anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di tengah masyarakat Nduga

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kelompok Separatis Papua Diduga Membaur di Tengah Masyarakat', dugaan penyamaran anggota KKB Papua ini diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi

Aidi mengungkapkan, anggota KKB Papua di wilayah Nduga, Papua, bisa saja menyamar dan berbaur di tengah masyarakat.

Baca: 2 Gerobak Pelurunya Disita Tentara dari Markas KKB Papua, Egianus Kogoya Ancam Balas TNI

Baca: Siapa Suami Via Vallen Si Bojo Galak? Sosok Pria Ini Kerap Berdiri di Belakang Pedangdut Cantik

Baca: Terjerat OTT KPK, Ini Sosok M Tamzil Bupati Kudus, Pernah Jadi Calon Gubernur Jateng & Eks Koruptor

Bahkan, menurut Aidi, anggota KKB Papua dapat membaur menjadi pejabat daerah, anggota dewan, hingga anggota lembaga swadaya masyarakat.

“Pemberontak ini bisa berperan sebagai rakyat biasa, pejabat daerah, anggota dewan dan LSM. Bisa saja mereka berbaur seperti ini. Walau itu masih bersifat analisis pribadi,” ujar Aidi kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

Menurut Aidi, dugaan itu muncul karena setiap kelompok tersebut akan melakukan pemberontakan atau pasca peristiwa, lalu para tokoh atau beberapa pejabat akan membuat pernyataan kepada publik yang intinya mendukung KKB Papua.

Pimpinan KKB Egianus Kogoya pamer amunisi.
Pimpinan KKB Egianus Kogoya pamer amunisi. (Facebook TPNPB)

Menurut Aidi, sejak 1997 sampai 2018 tidak ada parat TNI yang ditempatkan di wilayah Nduga.

Hal itu terjadi karena keterbatasan infrastruktur.

“Kami hanya punya punya Pos Koramil dan Polsek di ibukota kabupaten, tapi di pedalaman tidak ada, sehingga mereka (kelompok separatis) tumbuh subur dan leluasa menanamkan pengaruhnya kepada masyarakat setempat di sana,” kata Aidi.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved