Berita Bungo

Tapal Batas Jambi-Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan April Lalu, akan Dibahas di Pusat

Tapal Batas Jambi - Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan akan Dibahas di Pusat

Tapal Batas Jambi-Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan April Lalu, akan Dibahas di Pusat
net
Ilustrasi tapal batas. Tapal Batas Jambi - Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan akan Dibahas di Pusat

Tapal Batas Jambi - Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan akan Dibahas di Pusat

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Persoalan tapal batas Provinsi Jambi - Sumatera Barat, hingga kini masih belum menemui titik terang. Meski tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah turun ke lapangan.

Satu di antara tokoh masyarakat Bungo, Husni Saleh Yasin mengatakan, penetapan tapal batas tersebut hingga kini belum jelas. Hal itu dikarenakan ada beberapa titik yang dianggap sebagai batas antar provinsi tersebut.

"Tapal batas itu dulunya ada di Sungai Betung, berdasarkan Piagam Pulau Punjung tahun 1903," katanya saat disambangi di rumahnya.

Baca: Kordinat Lokasi Tanah yang Disertifikasi BPN Batanghari akan Dicek, Soal Tapal Batas Belum Final

Baca: Sopir Truk Pura-pura Jadi Dukun Demi Cabuli ABG, Begini Perlakuannya Pada Gadis Malang Itu!

Baca: Terbangun Saat Kebakaran, Kaki Desi Gemetar dan Bingung Harus Lari Bawa Anak Kemana

Pada 1925, posisi tapal batas tersebut berubah, dari Sungai Betung hingga Sungai Alai. Hal itu sebagaimana Piagam Muara Tebo tahun 1925.

Kemudian, pada 1976, bertempat di Kantor Bupati Bungo Tebo di Muara Bungo, dilakukan penandatanganan naskah tapal batas Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

"Atas nama Gubernur Sumbar, diwakili Bupati Sawahlunto Sijunjung, Kol TNI Djawaris Yunus. Atas nama Gubernur Jambi, diwakili Bupati Bungo Tebo, Hoessin Saad. Dalam penandatanganan itu, ditetapkan pada batas gerbang besi dua di jembatan Sungai Betung, sekarang Kabupaten Dharmasraya," jelas Husni.

Baca: Selain Luna Maya, Ariel NOAH Sempat Beri Tawaran Khusus untuk Bunga Citra Lestari Namun Ditolak

Baca: 2 Begal di Sarolangun Diringkus Polisi, 1 Diantaranya Terpaksa di Dor, Karena Melawan Petugas

Baca: Live Streaming Siaran Langsung Real Madrid Vs Atletico Madrid, ICC 2019 di TVRI, Jumat 6.30 WIB

Atas dasar tersebut, menurutnya, batas wilayah Provinsi Jambi dan Sumbar tersebut ada di Sungai Betung, Dharmasraya.

Sebelumnya, April lalu, tim verifikasi ini terdiri dari tim PBD Sumbar, PBD Jambi, PBD Dharmasraya, PBD Bungo, serta DITTOPAD dan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Tim dari pusat tersebut yakni Siti Metrianda, Letkol CPT Abrico, Susanti, Mia, Hanafie serta Mayor CZI Titan Jatmiko.

Di lapangan, tim dipandu Kabag Pem Setda Bungo, Zainadi, Camat Jujuhan, Syafrizal Niryena, serta Lembaga Adat Jujuhan Muklis, Rio Dusun Ujung Tanjung dan tokoh, Babinsa Jujuhan serta tokoh masyarakat.

Tim tersebut langsung ke titik koordinat ke Jorong Ranah Jaya, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar. Setelah itu tim meninjau Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, yang berbatasan dengan Pangean Ujung Tanjung.

Baca: Polemik Cawagub, Bila Tidak Ada Sepakat, PAN Siap Menarik Diri Dari Koalisi

Baca: Investasi Rp 136 Triliun di Indonesia, Siapa Sebenarnya Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan

Baca: Negara Hongaria Bantu Sarana Air Bersih di Merangin, Bupati Al Haris Ajukan Bantuan 1 Lokasi Lagi

Lebih lanjut, titik ke tiga yang ditinjau adalah Simpang Koto Rajo, titik berikutnya ke Kenagarian Tanjung Alam, Kecamatan Asam Jujuhan, yang berbatasan dengan Pulau Jelmu Jujuhan.

Verifikasi dilapangan dilakukan dengan alat GPS garmin oregon 750 pada pilar/titik batas antara Jambi dengan Sumbar. Hasil verifikasi ini akan dibahas lagi ke pusat.

Tapal Batas Jambi - Sumbar Masih Kabur, Hasil Turun Tim di Lapangan akan Dibahas di Pusat (Mareza Sutan A J/Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved