Manuver Nasdem Disebut-Sebut Sebagai Operasi Tinggalkan Gerindra dan Simbol Perlawanan Politik

Pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dianggap menjadi simbol perlawanan politik.

Manuver Nasdem Disebut-Sebut Sebagai Operasi Tinggalkan Gerindra dan Simbol Perlawanan Politik
Tangkapan Layar Youtube Pebby Adheliana
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNJAMBI.COM- Pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dianggap menjadi simbol perlawanan politik.

Perlawanan itu sebagai respons atas isu masuknya Partai Gerindra ke koalisi pendukung Jokowi - Ma’ruf Amin.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, pertemuan Surya Paloh dan Anies Baswedan dapat dimaknai sebagai simbol perlawanan politik.

Yunarto Wijaya mengatakan bahwa pertemuan yang dibuat Surya Paloh dan Anies Baswedan memang cukup mengejutkan. Sebab, Pilpres 2024 masih terlalu jauh untuk dibicarakan saat ini.

Apalagi, pertemuan itu bertepatan dengan pertemuan dua tokoh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rabu (24/7/2019).

"Momennya menurut saya terlalu bersamaan ya, dan agak mengagetkan," kata Yunarto Wijaya saat diwawancarai Kompas TV, Rabu (24/7/2019).

Baca: Edhy Prabowo Sebut Pertemuan Megawati dan Prabowo Sangat Mengharukan Serta Berkaca-kaca

Baca: Gerindra Percaya Anies Baswedan Tidak Akan Berpaling dari Prabowo Meski Dapat Dukungan Surya Paloh

Baca: Istri Bupati Remigo Duduk Termenung Menunggu Sidang Vonis Suaminya

Baca: Ibu Muda Dicekik Suami dan Dicakar Pelakor saat Pergoki Aksi Perselingkuhan di Dalam Mobil

"Ini masih jauh sekali dari 2024 tapi kemudian tadi ada pembicaraan dengan Anies Baswedan tentang (Pilpres) 2014, dan kita tahu Anies Baswedan ini sebetulnya simbol dari lawan politik, apalagi pasca Prabowo kalah," jelasnya.

Yunarto Wjaya menilai pertemuan tersebut merupakan sebuah simbol 'perlawanan' dari Partai Nasdem.

Halaman
1234
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved