Berita Jambi

250 Pebulu Tangkis Muda Berebut Juara, SKK Migas PetroChina Jadi Sponsor Utama

250 Pebulu Tangkis Muda Berebut Juara, SKK Migas PetroChina Jadi Sponsor Utama

250 Pebulu Tangkis Muda Berebut Juara, SKK Migas PetroChina Jadi Sponsor Utama
Tribunjambi/Deddy Nurdin
250 Pebulu Tangkis Muda Berebut Juara, SKK Migas PetroChina Jadi Sponsor Utama 

250 Pebulu Tangkis Muda Berebut Juara, SKK Migas PetroChina Jadi Sponsor Utama

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 250 atlet pebulutangkis berebut juara dalam kejuaraan bulutangkis Tunas Jaya Putri Mayang CUP Tahun 2019 yang berlangsung sejak Sabtu 20 Juli hingga Selasa 23 Juli 2019 di Hall Putri Mayang, Kota Jambi.

Dalam kejuaraan ini Kenzi dari TBS Bungo sukses merebut juara satu di kelas prausia Dini setelah mengalahkan Daffa F yang harus puas di posisi kedua. Sementra juara tiga di raih Rizki Abdullah dan Caka.

Sementara untuk tuggal putri di raih Wawa dari TBS Bungo, Carisa di juara kedua disusul Zahra dan Nadia yang harus puas di juara tiga.

Para juara menerima penghargaan
Para juara menerima penghargaan (tribunjambi/Dedy Nurdin)

Rhedo, sekretaris panitia megatakan kejuaraan bulutangkis tersebut pertama kali digelar. Terseleggaranya kegiatan tersebut berkat dukungan dan suport dari SKK Migas Petro China selaku sponsor utama.

Kegiatan ini terbilang sukses, meski kejuaraan diprakarsai Club Tunas Jaya dan Putri Mayang. Namun menjadi magnet bagi para pecinta bulutangkis di Jambi.

250 perserta dari 20 club di kabupaten kota ikut berpartisipasi mengirimkan atlet terbaiknya. Ada 16 nomor yang dipertandingkan. Mulai dari prausia dini, usia dini, pemula, remaja dan taruna serta beberapa kelas lainnya di pertandingkan.

Baca: Terjadi Kebakaran Lahan di Tiga Titik di Kabupaten Tanjabbar, BPBD Minta Perusahaan tak Tutup Kanal]

Baca: Keunikan Pohon 1000 Kaki, Berusia Ratusan Tahun di Sarolangun, Jambi, Ada 3 Kolam Air Panas Alami

Baca: Dewan Singgung RSUD H Hanafie Muara Bungo, yang Turun Kelas, di Paripurna

"Yang menarik usia pradini karna ini bagian pembentukan awal dan sekaligus menyeleksi bibit calon pebulutangkis masadepan," kata Rhedo.

Diakui Redho untuk wilayah provinsi Jambi, sangat minim event kompetisi bulutangkis. Kondisi ini pun menjadi kendala sulitnya bagi para atlet bulutangkis di Jambi untuk mengembangkan diri.

"Kebanyakan kita ikut kegiatan keluar Jambi untuk kejuaraan modal sendiri, berangkat sendiri. Pembinaan kurang tiba-tiba tanding dituntut medali," katanya.

Baca: Mendadak saat Subuh, Hotman Paris Hutapea Posting Ceramah Ustaz Abdul Somad soal Kematian

Baca: Penanganan Kelompok SMB, Tim Terpadu akan Bentuk Posko Krisis Centre

Baca: Cara Agar Doa Cepat Terkabul, Dianjurkan Salat Tajahud dan Rutin Dikerjakan di Sepertiga Malam

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved