Kapolri Minta Enam Bulan Tuntaskan Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi Nilai Terlalu Lama

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga menyebut personel-personel terbaik akan dipilih untuk bergabung dalam tim teknis.

Kapolri Minta Enam Bulan Tuntaskan Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi Nilai Terlalu Lama
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK, Novel Baswedan, memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

Kapolri Minta Enam Bulan Tuntaskan Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi Nilai Terlalu Lama

Jokowi menyebut Kapolri sudah meminta waktu enam bulan bagi tim teknis yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz untuk menindaklanjuti temuan TGPF itu.

Namun, Jokowi menilai waktu enam bulan yang diminta itu terlalu lama.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada Polri untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya akan bekerja keras.

"Prinsipnya kita akan kerja keras ya," ujar Iqbal, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kanan) bersama Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Nurcholis (kiri) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kanan) bersama Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Nurcholis (kiri) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Ia mengatakan saat ini Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis tengah mempelajari temuan-temuan dari tim pencari fakta atau tim pakar.

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga menyebut personel-personel terbaik akan dipilih untuk bergabung dalam tim teknis.

Nantinya, kata dia, tim teknis akan diumumkan pada awal bulan Agustus.

"Yang tidak kalah pentingnya memilih personel-personel terbaik, dari Inafis sampai dengan Densus 88."

"Tim teknis beberapa minggu ke depan (akan diumumkan), Insyaallah bulan Agustus sudah dimulai kalau dalam prediksi saya," tandasnya.

Halaman
123
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved