Asusila

Gerebek Pesta 5eks Tukar Pasangan, Pas Sedang 'Main' Hampir Selesai Marah-marah kepada Polisi

TRIBUNJAMBI.COM -- Hard swing dan soft swing atau pesta 5eks tukar pasangan yang dikomersilkan benar ada.

Gerebek Pesta 5eks Tukar Pasangan, Pas Sedang 'Main' Hampir Selesai Marah-marah kepada Polisi
Goo
Ilustrasi 

DA berstatus PNS dan mengajar pelajaran IPS.

Baca: Januari-Juli 2019, Kejari Bungo Terima 154 SPDP, 138 Perkara Sudah Dieksekusi

Sementara AS adalah pegawai bagian tata usaha, sedangkan OM adalah guru seni budaya.

Kedua oknum guru ini berstatus guru honorer.

Ironisnya, tiga oknum guru itu semuanya sudah berkeluarga dan masing-masing memiliki dua anak.

Sering melakukan hubungan badan di lingkungan sekolah

Menurut keterangan Kapolres Serang, para guru dan siswinya itu sering melakukan hubungan badan di area sekolah.

Baca: Bupati Masnah Busro Ajak OPD Bertukar Pikiran dengan Kejari Muaro Jambi

Bahkan, keenam orang itu pernah melakukan pesta seks bersama-sama di Ruang Laboratorium Komputer.

Berdasarkan keterangan tersangka guru OM, pertama kali berhubungan badan dengan siswa 1 di ruangan kelas.

Sementara guru AS dan siswi 2, pertama kali berhubungan intim di rumah korban.

Sedangkan guru DA pertama kali berhubungan badan dengan siswi 3 di semak-semak belakang sekolah.

Baca: Amien Rais Lontarkan Pernyataan Rekonsiliasi 55:45, Ketum Partai Amanat Nasional Beri Tanggapannya

"(Siswa 1) terlebih dahulu melakukan pelaporan karena yang bersangkutan sudah hamil 21 minggu sejak bulan Januari," kata Indra kepada wartawan saat ekspose di Mapolres Serang, Jumat (21/6/2019).

Di tempat yang sama, tersangka OM mengaku, benih cinta ketiga pasangan guru dan murid tersebut timbul bermula siswinya kerap curhat sehingga berpacaran.

"Awalnya sering curhat-curhatan lalu pacaran akhirnya terjadi (hubungan badan). Yang pertama kali nge-Whatsapp dia (murid) iseng ngobrol," katanya.

Baca: 2 Pelaku Ini Nekat Curi Kayu Penyanggah Jembatan, Hasil Curiannya Malah Dibelikan Narkoba

KPAI Beri Respons

Atas terjadinya kasus ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan tanggapan.

Dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (23/6/2019), Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyampaikan keprihatinan atas terjadinya kasus ini.

Perbuatan tiga pelaku telah mencoreng dunia pendidikan.

Menurut Retno, berhubungan badan dengan anak menurut UU Perlindungan Anak adalah suatu kejahatan atau tindak pidana, tidak ada istilah "suka sama suka."

Baca: Bupati Romi Nyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun di Hari Bhakti Adhyaksa Ke-59 di Kejari Tanjab Timur

"Seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan dan menjunjung nilai-nilai moral dan agama, ternyata telah melakukan perbuatan bejat terhadap anak didiknya sendiri di lembaga pendidikan tempatnya bekerja."

"Ketiga guru tersebut seharusnya mendidik dan melindungi anak didiknya, bukan memanfaatkan anak didiknya untuk kepentingan nafsunya," ujar dia.

Retno melanjutkan, KPAI mengapresiasi Sekretaris Daerah (Setda) Serang yang telah memerintahkan pemecatan terhadap guru honorer dan penonaktifan tugas guru ASN di satu SMPN di Serang pasca pelaporan orangtua satu korban yang anaknya hamil akibat perbuatan gurunya.

Baca: Fasha Jadi Pembicara di Diklat Kepemimpinan Provinsi, Ajak 3 Besar ke Singapura Ikuti Program SCP

Menurut KPAI semestinya yang dijatuhi hukuman bukan hanya ketiga guru tersebut.

"Kelalaian tersebut dapat diukur dari pengawasan yang lemah sehingga oknum guru tersebut dapat leluasa melakukan perbuatan mesum di lingkungan sekolah, yaitu di kelas dan di laboratorium komputer sekolah," kata dia.

Retno menambahkan, KPAI mengusulkan agar ke depan, untuk mengantisipasi atau mencegah perbuatan serupa terjadi, seharusnya pemda memberikan dukungan sekolah untuk memasang CCTV di kelas-kelas dan ruang laboratorium, serta ruang lain yang dianggap rawan digunakan berbuat musem di lingkungan sekolah.

Baca: Cabai Jadi Topik Utama, Rakor TPID, Bahas Perkembangan Inflasi & Event Analysis Cabai Merah di Jambi

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Polda Jatim Ringkus Makelar Pesta Seks yang Biasa Beraksi di Tretes.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Sederet Fakta Pesta Seks Tukar Pasangan Digerebek Polisi, Para Tamu Sedang Beraksi Tanpa Busana,

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved