Terlibat Pelecehan Seksual di Pesantren, Mahasiswi di Lhokseumawe Dibekuk Polisi, Ini Perannya

Im (19) mahasiswa yang memposting berita tersebut dalam sebuah grup WhatsApp, dan Na (21), mahasiswi yang memposting ke grup WhatsApp

Terlibat Pelecehan Seksual di Pesantren, Mahasiswi di Lhokseumawe Dibekuk Polisi, Ini Perannya
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang memberi keterangan pers terkait tertangkapnya kembali seorang tersangka penyebar informasi hoaks dalam kasus dugaan pelecehan seksual di Pasantren An, Minggu (21/7/2019) 

Terlibat Pelecehan Seksual, Mahasiswi di Lhokseumawe Dibekuk Polisi, Ini Perannya

"Jm mendapatkan tulisan tersebut dari seseorang (DPO) melalui japri WhatsApp."

'Sehingga Jm menyebarkan melalui grups Whatsh App Bidadari Surga. Selanjutnya tulisan tersebut langsung menyebar luas," katanya.

TRIBUNJAMBI.COM, LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe menangkap seorang mahasiswi terkait kabar dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Pesantren An Lhokseumawe.

Mahasiswi itu menjadi tersangka pelaku penyebaran berita bohong (hoaks) terkait dugaan kasus  itu.

Polisi telah menangkap empat orang yang diduga penyebar informasi hoaks dalam kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Pasantren An (singkatan) di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya (keduanya pria), beberapa waktu lalu telah ditahan di Polres Lhokseumawe.

Keduanya ditahan atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual terhadap santri pria (sesama jenis) berumur antara 13-14 tahun.

Sering waktu berjalan, melalui sejumlah media sosial muncul tulisan yang berisikan kalau pimpinan Pasantren An tidak bersalah.

Bahkan, polisi dinilai terlalu memaksakan kasus ini.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved