Campus Zone

Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja

Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja

Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja
Tribunjambi/Nurlailis
Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja 

Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahasiswa pendidikan fisika Universitas Jambi (Unja), membuat saklar berbasis Android dalam proyek mata kuliah elektronika digital semester IV.

Ada banyak proyek yang dibuat salah satunya adalah saklar berbasis Android yang dikerjakan empat orang.

Fikri, mahasiswa yang membuatnya mengatakan, bahan yang dibutuhkan untuk membuat saklar berbasis android adalah arduino uno, modul bluetooth, LED, juga saklar. Hal ini diterapkan di miniatur rumah.

Baca: LPPM Unja Bikin Inovasi Sambal Lingkung dengan Bahan Ikan Patin, Nikmatnya

Baca: Dugaan Korupsi Bansos Beasiswa di Disdik Provinsi Jambi, Penyidik Lanjutkan Pemeriksaan Saksi

Baca: PO Resmi Curhat ke Dirjen Perhubungan Kemenhub RI, Minta PO dan Travel Gelap Ditertibkan

"Prinsip penggunaan ini menggunakan arduino uno yang koding dengan menggunakan komputer. Nanti kita buat perintah, misalnya "hidupkan lampu kamar". Walaupun perintah via android lampu akan menyala di miniatur rumah tadi," ungkapnya, Sabtu (20/7/2019).

Ia mengatakan prinsip kerja saklar android ini kurang lebih seperti google voice.

Biaya pembuatan tidak terlalu mahal. Hanya membutuhkan arduino uno sekitar Rp 50 ribuan, modul bluetooth Rp 30 ribuan, keseluruhan kurang lebih Rp 200 ribuan, termasuk miniatur rumah.

Mahasiswa pendidikan fisika Unja membuat saklar berbasis Android dalam proyek mata kuliah elektronika digital semester IV
Mahasiswa pendidikan fisika Unja membuat saklar berbasis Android dalam proyek mata kuliah elektronika digital semester IV (Tribunjambi/Nurlailis)

Febrika Rahmat Basuki selaku dosen elektronika digital menyampaikan pada dasarnya mata kuliah elektronika digital mahasiswa biasanya persemester diberikan 2-3 proyek dan proyek yang dikerjakan mahasiswa produk yang memiliki nilai jual.

Seperti visi misi Unja menjadi the world class entrepreneurships university yang artinya bagaimana pembelajaran agar mengembangkan keterampilan mahasiswa yang memiliki nilai jual.

"Ada tiga proyek untuk elektronika digital yaitu merancang speaker aktif, hasilnya mahasiswa dapat merancang speaker aktif yang bisa dipasarkan. Selanjutnya proyek dokter lampu, yaitu untuk memperbaiki lampu yang rusak," ujarnya.

Baca: Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah

Baca: TERBARU, Polisi Ungkap Nunung Sudah Gunakan Sabu-sabu Labih dari 20 Tahun

Baca: Bisakah Orang Bisa Meninggal Saat Tidur, Begini Faktanya Banyak yang Tak Tahu

"Selanjutnya proyek bebas, jadi mahasiswa bebas merancang alat berbasis IOT. Salah satunya yaitu saklar lampu berbasis andorid yang jangka panjangnya bisa digunakan jarak jauh," paparnya, menambahkan.

Selain itu mahasiswa lain juga menciptakan alat sensor jarak, pengukur tinggi badan berbasis android, dan sebagainya.

"Saya tidak mengguanakan tes tertulis tapi proyek seperti ini. Ini juga tidak hanya dikumpulkan diakhir semester tapi juga divideokan dan diupload di youtube sehingga orang lain juga bisa belajar dari apa yang mereka kembangkan," ungkapnya.

Pada dasarnya dalam pegembangan proyek ini menganut prinsip belajar dari apa yang sudah dikerjakan orang lain. untuk tingkatan inovasi biasanya untuk tahapan skripsi.

Saklar Berbasis Android, Produk Digital Bernilai Jual, Hasil Ciptaan Mahasiswa Unja (Nurlailis/Tribun Jambi)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved