Berita Kriminal Jambi

Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah

Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah

Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah
Tribunjambi/Jaka HB
Pres rilies Kejaksaan Tinggi Jambi 

Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan auditorium Universtias Islam Negeri Sultan Thaha Syaifudin (UIN STS) Jambi, direncanakan selesai sebelum ahir tahun 2019. Hal ini dikatakan Andi Nurwinah, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Minggu (21/7/2019).

Peningkatan status menurut Nurwinah, dikarenakan pihaknya telah meyakini adanya perbuatan melawan hukum dalam proses pembangunan auditorium UIN STS Jambi.

Baca: TGPF Temukan Titik Terang Kasus Novel Baswedan, Ada 6 Kasus Terkait, Termasuk Korupsi E-KTP

Baca: Ratusan Bidang Tanah Milik Pemkab Tanjung Jabung Barat, Belum Bersertifikat

Baca: Siapa Sebenarnya Sjamsul Nursalim, Orang Terkaya Di Indonesia, Tiga Kali Mangkir dari Panggilan KPK

“Kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan, berarti sudah mengarah ke adanya dua alat bukti,” ungkapnya.

Meski pun begitu, Nurwinah mengatakan pihaknya belum dapat mengekspos aktor-aktor dalam perkara tersebut.

“Akhir tahun sudah harus (terungkap), tidak boleh lewat dari itu,” bilang Nurwinah.

Ketika ditanyakan apakah rektor UIN akan dipanggil, Nurwinah mengatakan belum bisa mengatakannya.

“Tergantung kita melihat dulu apakah ada arah ke sana,” ujarnya.

Baca: 9 Orang Mangkir, Kejati Jambi akan Panggil Saksi Dugaan Korupsi Beasiswa Disdik 2014

Baca: TERBARU, Polisi Ungkap Nunung Sudah Gunakan Sabu-sabu Labih dari 20 Tahun

Baca: Kisah Danjen Kopassus Kolonel Moeng dalam Sekejap Telan 6 Telur Ular Sanja di Depan Muridnya

Mengenai kerugian negara dalam perkara ini, untuk pastinya kata Nurwinah, kejaksaan harus melakukan audit terlebih dulu bersama BPK. Namun ia memastikan nilai kerugian negaranya akan bertambah dari perkiraan awal penyidik.

Perlu diketahui, sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Vendor, Konsultan Pengawas, Bendahara Proyek, dan satu orang lainnya telah menjalani pemeriksaan di Kejati Jambi.

Pihak penyidik kini sedang menggarap dan melakukan penyelidikan terhadap mangkraknya proyek pembangunan Auditorium UIN STS Jambi tahun 2018.

Pembangunan ini diketahui bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018.

PT Lambok Ulina diketahui PT yang mengerjakan proyek tersebut, melalui Surat Keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomor 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi, Ini Kata Kajati Jambi, Andi Nurwinah (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved