Remaja jadi Usia Rawan, Orang tua Harus Rajin Komunikasi dengan Anak

Perubahan dari masa anak-anak ke remaja menjadi masa-masa yang krusial dari seorang anak.

Remaja jadi Usia Rawan, Orang tua Harus Rajin Komunikasi dengan Anak
Tribunjambi/Aldino
Dessy Pramudiani mengajarkan pendidikan seks terhadap buah hatinya. 

Remaja jadi Usia Rawan, Orang tua Harus Rajin Komunikasi dengan Anak

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perubahan dari masa anak-anak ke remaja menjadi masa-masa yang krusial dari seorang anak. Sebagai orang tua juga perlu memberi perhatian lebih karena mereka tengah memasuki masa rawan.

Pada usia remaja mereka akan mulai mencari jati diri, menyukai lawan jenis, dan memiliki rasa penasaran yang tinggi.

Seorang konselor, Dessy Pramudiani menyampaikan sebagai orang tua harus rajin berkomunikasi dengan anak. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah yang efektif.

“Anak-anak tidak bisa diperintah jadi lebih kasih didikan yang demokratis. Kecil anak-anak saya sudah dibiasakan untuk saling bercerita. Bisa mengungkapkan perasaan mau suka, tidak suka, senang dan sedih itu harus dibagi,” ungkapnya.

Baca: Kenalkan Pendidikan Seks pada Anak Lewat Buku

Baca: Fasha Apresiasi SIT Ash-shiddiqi Gelar Seminar Parenting untuk Orang tua Siswa

Baca: Wali Kota Sungai Penuh Ajak Pemuda Muhammadiyah Siapkan Diri Hadapi Era Industri 4.0

Baca: Coba Ssam, Cara Makan Orang Korea dengan Daun Selada

Baca: Kecewa Tak Direhab, Mustar Nekat Bakar Rumah Orangtuanya Usai Konsumsi Sabu

Hal-hal yang ditakutkan adalah anak bisa kenal narkoba dan pornografi. Sehingga selain kita memang harus lebih mengenal anak juga mengenal teman-temanya bahkan orang tua temannya.

“Teman sebaya sangat mempengaruhi. Berteman boleh dengan siapa saja tapi selalu berkabar kalau kalau mau pergi kemana-mana. Terlebih zaman sekarang bisa dibuktikan dengan kirim foto atau video call. Itu adalah bentuk kepercayaan sebagai orang tua, anak juga kebutuhan bermain terpenuhi,” jelasnya.

Ia berpesan untuk ibu-ibu di luar sana terlebih wanita pekerja yang juga punya beban di luar rumah. “Anak-anak itu jangan dibeda-bedakan, selalu usahakan untuk berkomunikasi dua arah yang efektif. Jangan kasih saran ke anak karena yang mereka butuhkan adalah didengarkan, solusi, dia butuh kita sebagai orang tua itu ada. Untuk memulai itu memang susah tapi kalau tidak dimulai ya kapan lagi,” pungkasnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved