EKSKLUSIF TRIBUN NETWORK - Blak-blakan Jokowi kepada Tribunnews, Anak dan Politik (2)

Bagaimana Jokowi mempersiapkan Kabinet Indonesia Kerja Jidil II, melanjutkan pembangunan infrastruktur, dan melakukan reformasi birokrasi?

Berapa taget pertumbuhan ekonomi di pemerintahan yang kedua nanti?

Ini bukan janji lho ya, ini target. Menurut saya kita harus punya target pertumbuhan ekonomi 6-7 persen.

Beratnya, pertumbuhan ekonomi global terus turun, bolak-balik direvisi.

Dalam kondisi seperti saat ini, semua negara memproteksi diri untuk kepentingan masing-masing.

Anda bolak-balik menyebut soal investasi terkait kondisi ekonomi nasional. Apa maksudnya?

Untuk menyelesaikan masalah ekonomi itu kuncinya ada dua yaitu transaksi berjalan dan menyelesaikan neraca perdagangan.

Dua-duanya kita dalam kondisi defisit sudah puluhan tahun.

Lha untuk menyelesaikan itu hanya ada dua cara yaitu investasi masuk dan peningkatan ekspor sebesar-besarnya.

Penyebab defisit neraca perdagangan itu di antaranya impor bahan bakar minyak (BBM) yang masih tinggi. Bagaimana ini?

Problemnya lifting (produksi minyak mentah dan gas) belum bisa melompat, sedangkan kebutuhan makin meningkat karena kendaraan makin banyak. Kalau impornya makin banyak ya menambah makin defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan kita.

Oleh sebab itu kita berusaha menyelesaikan ini bukan hanya melalui lifting tetapi juga penerapan B20 (bio solar, campuran antara solar dan minyak sawit).

Penggunaan B20 itu kan hampir 100 persen dari target, ini mau kita tingkatkan lagi.

Saya targetkan sampai akhir tahun masuk ke B30. Lha ini gedhe (besar).

Kemudian untuk substitusi impor kita juga memproduksi solar. Mengurangi (impor) banyak sekali.

Avtur juga kita produksi sendiri. Baru saja, kira-kira baru sebulan. Kemudian nanti elpiji, juga mulai kita produksi, mungkin baru dua tahun. Insya Allah selesai dalam dua tiga tahun.

Semua butuh waktu.

Impor petro chemical kita juga besar sekali.

Mengapa masalah ini nggak selesai-selesai, karena kita tak mau bangun kilang. Sudah sekira 30 tahun kita nggak membangun. Sekarang ini dalam proses, tapi kan selesainya empat tahun, lima tahun.

Kalau punya kilang minyak, turunannya (petro chemical) itu bisa banyak banget, sehingga bisa mengurangi impor.

Apa terobosan yang akan dilakukan pada periode kedua (2019-2024) mendatang?

Reformasi birokrasi mutlak dilakukan. Sekarang ini dunia berubah cepat sehingga memerlukan fleksibilitas, butuh kecepatan.Butuh lembaga yang semakin sederhana (simpel).

Birokrasi kita ini ruwet, terlalu banyak eselon. Coba bayangkan, kita perintah ke menteri. Menteri perintah kepada direktur jenderal (dirjen). Selanjutnya dirjen kepada direktur.

Direktur kemudian kepada Kasubdit, selanjutnya turun ke kepala seksi. Woww muter-muter, beberapa bulan kemudian baru sampai ke saya lagi. Ini yang membuat kecepatan, fleksibilitas, menjadi hilang.
Sebenarnya kita sudah motong banyak sekali.

Contoh, izin membangun pembangkit tenaga listrik, sebelumnya perlu 259 izin. Nggak tahu mungkin 10 koper untuk membawa dokumen tidak cukup.

Sudah kita potong menjadi 58 izin. Menurut saya 58 itu masih banyak banget. Ini lah mengapa investasi kita tersendat-sendat. Mangkanya kami masih diberi kesempatan lima tahun lagi ya untuk menata yang seperti ini. (feb/amb/yls/wil/deo)

 EKSKLUSIF TRIBUN NETWORK - Blak-blakan Jokowi Seusai Bertemu Prabowo, Mengapa Makan? (1)

 Langkah Prabowo Bila Konsep Program yang Ditawarkan ke Jokowi-Maruf Amin Ditolak, Bakal Oposisi

 Mengungkap Kepentingan Prabowo Subianto Masuk ke Pemerintahan Jokowi, Ternyata Sodorkan Program

 Download Lagu MP3 Via Vallen Terbaru Senorita, Sungguh Ku Merasa Resah, Lily Dangdut Koplo Lengkap

 Download Gagal Move On (Kangen Mantan) ILUX ID, Kamu Bisa Unduh MP3 dan MP4

Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved