Dipandu Isyarat, Anak-anak Disabilitas Sanggar Seni Granada Tampilkan Drama Rang Kayo Hitam

Sorot lampu di atas panggung terfokus pada pertunjukan Teater Rang Kayo Hitam dari Sanggar Seni Granada.

Dipandu Isyarat, Anak-anak Disabilitas Sanggar Seni Granada Tampilkan Drama Rang Kayo Hitam
Tribunjambi/Nurlailis
Teater Rang Kayo Hitam dari Sanggar Seni Granada. 

Dipandu Isyarat, Anak-anak Disabilitas Sanggar Seni Granada Tampilkan Drama Rang Kayo Hitam

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sorot lampu di atas panggung terfokus pada pertunjukan Teater Rang Kayo Hitam dari Sanggar Seni Granada. Dengan menggunakan kostum adat Jambi, anak-anak ini berakting sesuai dengan perannya masing-masing.

Sesekali penonton merespon dengan tawa dan tepuk tangan. Tidak ada yang berbeda secara kasat mata dari pertunjukan yang ditampilkan.

Nyatanya mereka yang tampil dalam pertunjukan ini adalah penyandang tuna netra yang memiliki masalah dalam penglihatan.

Sanggar seni Granada merupakan sanggar yang ada di SLB Kota Jambi. Pagelaran Seni dan Sastra Cahaya Tanah Pilih ini merupakan persembahan dari para difabel yang tergabung dalam Sanggar Seni Granada, Duta Bahasa Jambi, dan berkolaborasi dengan seniman lainnya. Kegiatannya berlangsung di Tugu Keris Siginjai Kota Jambi, (20/6).

Baca: Gusnadi, Anak Sopir Odong-odong di Sungai Penuh Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Nasional

Baca: Dhea Gadis Kota Jambi: Pemenang Itu Tak Takut Kalah, Tapi Takut Salah

Baca: Cerita Dhea yang Suka Akting Ikut Bujang Gadis Kota Jambi

Baca: Remaja jadi Usia Rawan, Orang tua Harus Rajin Komunikasi dengan Anak

Baca: Kenalkan Pendidikan Seks pada Anak Lewat Buku

Budi kelas 12, menceritakan dirinya berlatih lebih kurang dua minggu untuk menampilkan drama Rang Kayo Hitam di Tugu Keris ini. Sebelumnya ia hanya tampil di sekolah saja. Ini adalah pertama kali dirinya tampil di depan umum.

Untuk mengatasi grogi dirinya mensiasati dengan menganggap orang lain tidak ada. "Saya kan tuna netra, jadi secara penglihatan juga kurang. Jadi ya saya anggap aja ga ada penonton biar ga grogi," ungkapnya.

Beberapa penampilan lainnya yaitu parkour, dance India, tari tradisional, musik, musikalisasi puisi, teater, pantomime, dan sebagainya. Penonton yang hadir pun memberikan apresiasi terhadap pertunjukan mereka.

Selama acara berlangsung, pemandu bahasa isyarat berdiri di panggung menerjemahkan segala kalimat dalam bahasa isyarat.

Terdengar suara dari penonton seorang anak bertanya pada ibunya tentang apa maksud dari orang yang menggunakan bahasa isyarat.

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved