2021, Kementerian Perhubungan akan Bangun Terminal Alam Barajo Jambi, Butuh Anggaran Rp 50 Miliar

Kementrian Perhubungan dorong perbaikan pelayanan di terminal, tak terkecuali di Terminal Tipe A Alam Barajo Kota Jambi.

2021, Kementerian Perhubungan akan Bangun Terminal Alam Barajo Jambi, Butuh Anggaran Rp 50 Miliar
Tribunjambi/Zulkifli
Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi, berkunjung ke Terminal Tie A Alam Barajo Kota Jambi, Sabtu (20/7). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementrian Perhubungan dorong perbaikan pelayanan di terminal, tak terkecuali di Terminal Alam Barajo Kota Jambi. Diharapkan pelayanan di terminal sama baiknya dengan bandara.

Hal itu, disampaikan Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi, berkunjung ke Terminal Tie A Alam Barajo Kota Jambi, Sabtu (20/7).

Dia menyampaikan, Menteri Perhubungan berkeinginan bahwa bis bangkit kembali bisa diwujudkan. Sebagai konsekwensinya tahun 2020, 20 terminal di Indonesia akan dibangun namun belum termasuk di Jambi.

Khusus Terminal Alam Barajo Kota Jambi, disampaikan Budi, akan dianggarkan untuk diperbaiki pada tahun 2021. "Kalau saya lihat dengan proses P3Dnya tahun ini bisa selesai, tahun depan berarti DED perencanaan, tahun 2021 mudah-mudahan bisa saya kerjakan," kata Budi Setiyadi.

Baca: Usai Susi Pudjiastuti, Najwa Shihab Nangkring Nomor 2 Jajaran Perempuan Paling Dikagumi di Indonesia

Baca: Meski Mesin Mulai Rewel, Nanda Tetap Setia dengan Soluna

Baca: Fasha Apresiasi Kejati Jambi Pilih Hutan Kota Jadi Lokasi Penghijauan

Baca: Coba Ssam, Cara Makan Orang Korea dengan Daun Selada

Baca: VIDEO: Detik-detik Seorang Anak di Cianjur Gali Makam dan Bawa Pulang Jasad Sang Ayahnya

Menurut Budi, jika sudah dibangun maka terminal alam barajo akan jauh berubah dengan kondisi sekarang. Mulai dari SDM terminal, sarana dan prasana, ada zona kedatangan dan keberangkatan, tempat tunggu yang nyaman, toilet yang nyaman. Bahkan diharapkan ada penginapan bagi pengemudi maupun penumpang yang akan melakukan perjalanan.

"Sistem juga akan kita lakukan perubahan. Nanti tidak ada lagi penjualan tiket di lokasi-lokasi seperti ini, semuanya e Tiketing," jelasnya.

Untuk anggaran yang dibutuhkan, disampaikan Budi, dengan ukuran sebesar Terminal Alam Barajo dibutuhkan anggaran sebesar Rp 40-50 miliar. "Kalau P3D nya selesai tahun ini, ini saya prioritaskan untuk dibangun," ujarnya.

Kemudian saat disinggung, masih banyaknya PO-PO yang membuka loket di luar terminal, menurut Dirjen untuk saat ini masih dimaklumi karena masih transisi. Namun begitu menggunakan e Tiketing, maka tidak dibolehkan lagi. "Sekarang ini dak apa-apa, karena masih transisi," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved