Kasus Novel Baswedan

Soal Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tim Pencari Fakta Tiga Bulan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih pada Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyidik Komisi Pemberantasan

Soal Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tim Pencari Fakta Tiga Bulan
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri, Panglima TNI dan Kapolri menggelar konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih pada Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.  Pasalnya TPF telah menyampaikan hasilnya secara terbuka ke masyarakat.

Meskipun begitu, Jokowi mengingatkan bahwa hasil TPF itu mesti ditindaklanjuti lagi oleh Tim Teknis untuk lebih menyasar pada dugaan-dugaan yang ada.

“Oleh sebab itu sekali lagi, kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai melepas kontingan Pramuka Indonesia yang akan mengikuti Jambore Kepanduan Sedunia ke-24, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7) dikutip dari laman Setkab.

Jokowi berharap, dengan temuan-temuan yang sudah disampaikan oleh TPF, maka sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi.

Soal penilaian masyarakat, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa ini kasusnya bukan kasus mudah. “Kalau kasus mudah itu sehari-dua hari ketemu,” katanya.

Sementara mengenai kemungkinan pembentukan Tim Independen, Jokowi menegaskan, dirinya memberikan waktu tiga bulan kepada Tim Teknis.

“Saya beri waktu tiga bulan, hasil kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya,” tegas Presiden Jokowi.

Baca Juga: Novel Baswedan minta kasus yang menimpanya tak diperkeruh dengan spekulasi

Sebagaimana diketahui, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7) lalu, TPF kasus Novel mengaku menemukan fakta terkait dugaan teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. TPF menemukan probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

“TPF menemukan fakta terdapat probabilitas terhadap kasus yang ditangani korban yang menimbulkan serangan balik atau balas dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan. Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, TPF meyakini serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi, tapi berhubungan dengan pekerjaan korban,” kata Juru Bicara Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis, dalam jumpa per situ.

Untuk itu, TPF merekomendasikan kepada  Polri membentuk tim untuk mencari tiga orang tidak kenal yang diduga datang ke rumah Novel ataupun masjid yang berada di dekat rumah Novel sebelum kejadian.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Jokowi beri waktu tiga bulan tim pencari fakta kasus Novel Baswedan

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved