Jokowi Tanggapi Kasus Novel: Jangan Sedikit-sedikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa?

Presiden Joko Widodo hingga saat ini masih belum mau membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap kasus

Jokowi Tanggapi Kasus Novel: Jangan Sedikit-sedikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa?
(Kompas.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo menyikapi kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta, di Istana Merdeka, Rabu (22/5/2019). Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian. Hadir pula Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo hingga saat ini masih belum mau membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan

Jokowi mengaku masih percaya pada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk menemukan pelaku penyerangan. "Jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7). 

Hingga waktu enam bulan yang diberikan habis, TGPF yang terdiri dari unsur penyidik Polri dan masyarakat itu tak berhasil menemukan pelaku penyerangan. 

TGPF hanya menemukan sejumlah fakta baru yang malah menyudutkan Novel sebagai korban. Misalnya, penyerangan Novel ini diduga karena penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Novel sebagai penyidik. 

TGPF kemudian merekomendasikan Polri membentuk tim teknis lapangan untuk menindaklanjuti temuan mereka. 

Jokowi pun meyakini tim teknis yang dibentuk Kapolri untuk menindaklanjuti temuan TGPF bisa mengungkap penyerang Novel. Jokowi memberi waktu tiga bulan bagi tim teknis untuk bekerja. 

"Kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan (TGPF)," kata Jokowi

Kendati demikian, Jokowi enggan berandai-andai apakah ia akan membentuk tim independen jika dalam waktu tiga bulan ke depan penyerang Novel belum juga terungkap. "Saya beri waktu tiga bulan, saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa," kata Jokowi

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah. (Ihsanuddin)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Kasus Novel, Jokowi: Jangan Sedikit-dikit ke Saya, Tugas Kapolri Apa"

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved