Berita Nasional

TGPF Ungkap Jenis Helm Terduga Pelaku yang Lakukan Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

TGPF Ungkap Jenis Helm Terduga Pelaku yang Lakukan Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

TGPF Ungkap Jenis Helm Terduga Pelaku yang Lakukan Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan
(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
Ilustrasi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan mengungkapkan ciri-ciri dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya pada pada 11 April 2017 silam.

Penyidik KPK itu diserang dua pelaku menggunakan helm berwarna hitam dan putih jenis full face.

"CCTV kebetulan untuk yang menerangkan itu gelap."

"Tapi, terduga pelaku menggunakan helm full face," ujar Nurkholis saat konferensi pers publikasi laporan TGPF Novel di Mabes Polri, Rabu (17/7/2019).

Baca: Sosok 3 Orang Ini Dicurigai TGPF Sebagai Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Baca: Datangi Rumah Novel Baswedan & 2 Orang Menunggu Diatas Motor, TGPF Curigai 3 Orang Penyiram Novel

Baca: TGPF Temukan Titik Terang Kasus Novel Baswedan, Ada 6 Kasus Terkait, Termasuk Korupsi E-KTP

Baca: Terkuak, Inilah Tiga Sosok Diduga sebagai Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Dibeberkan oleh TGPF

Seorang pelaku yang mengemudikan motor menggunakan helm full face berwarna hitam.

Sementara, seorang lainnya yang duduk di belakangnya juga mengenakan helm full face berwarna putih.

Karena menggunakan helm jenis itu, lanjut Nurkholis, sejumlah rekaman kamera CCTV pun hanya memperlihatkan mata pelaku.

Selain itu, arah kaburnya dua pelaku juga tidak terlihat jelas dalam rekaman kamera CCTV.

Sebab, pada saat kejadian, tidak ada pencahayaan yang cukup sehingga meskipun kamera tetap merekam, tapi kurang memperlihatkan aktivitas yang terekam.

Kondisi rekaman kamera CCTV yang demikian, diakui Nurkholis, menjadikan perkara ini sulit terungkap.

Penyidik KPK Novel Baswedan di Kantor KPK, Senin (28/5/2018).
Penyidik KPK Novel Baswedan di Kantor KPK, Senin (28/5/2018). ((KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN))

Apalagi, sejumlah saksi yang mengaku melihat pelaku juga tidak dapat mengidentifikasi pelaku lantaran kondisi yang gelap ditambah tidak sadarnya para saksi keduanya adalah pelaku penyerangan Novel.

Halaman
12
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved