Maret 2019, Gini Ratio Jambi Cenderung Turun, BPS Beri Penjelasan

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jambi yang diukur Gini Ratio tercatat sebesar 0,321.

Maret 2019, Gini Ratio Jambi Cenderung Turun, BPS Beri Penjelasan
Tribunjambi/Fitri Amalia
Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. 

Maret 2019, Gini Ratio Jambi Cenderung Turun, BPS Beri Penjelasan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jambi yang diukur Gini Ratio tercatat sebesar 0,321. Angka ini menurun 0,013 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018.

Secara nasional, Gini Ratio Jambi pada Maret 2010 tercatat sebesar 0,304 dan meningkat menjadi 0,359 pada September 2012. Gini Ratio turun pada September 2013 menjadi 0,327 dan naik terus hingga Maret 2015 mencapai angka tertinggi yaitu sebesar 0,361. Pada September 2015 hingga Maret 2019 cenderung terjadi penurunan.

Dikatakan Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,351.

"Angka ini sama dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,351, untuk daerah perdesaan Gini Ratio Maret 2019 tercatat sebesar 0,287, angka ini juga menurun sebesar 0,009 poin dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,295," jelasnya.

Baca: Dibiayai Kementerian, Balai Diklat Industri Padang Ajari Warga Jambi Keterampilan Sulam Timbul

Baca: Dinas Pendidikan Tanjab Timur Targetkan Empat Kecamatan Jadi Mitra Tanoto

Baca: Dandim 0420/Sarko Sayangkan Bendera Merah Putih Dikibarkan Malam Hari

Baca: Bupati Romi Buka Pencanangan BBGRM XVI, HKG PKK XLVII dan Harganas XXVI di Kecamatan Berbak

Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran ketimpangan Bank Dunia.

Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya dibawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12-17 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada diatas 17 persen.

Pada Maret 2019, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 20,84 persen yang berarti Jambi berada pada kategori ketimpangan rendah. Persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah pada bulan Maret 2019 ini meningkat jika dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 20,15 persen dan meningkat jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 20,08 persen.

Sejalan dengan informasi yang diperoleh dari Gini Ratio, ukuran ketimpangan Bank Dunia pun mencatat hal yang sama yaitu meskipun sama-sama tergolong ketimpangan rendah namun ketimpangan di perdesaan lebih baik dibandingkan dengan ketimpangan di perkotaan.

"Hal ini bisa dilihat dari persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan," jelasnya.

Pada Maret 2019, di daerah perkotaan tercatat sebesar 19,04 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan rendah begitu pula di daerah perdesaan sebesar 22,43 persen.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved