Kunjungan Kerja ke Kota Medan, Apri: Agama Modal Perkuat Kebhinekaan

Wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Apriyanto, Spd melakukan kunjungan kerja ke Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Kamis (18/7).

Kunjungan Kerja ke Kota Medan, Apri: Agama Modal Perkuat Kebhinekaan
IST
Wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Apriyanto, Spd melakukan kunjungan kerja ke Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Kamis (18/7). 

Kunjungan Kerja ke Kota Medan, Apri: Agama Modal Perkuat Kebhinekaan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Wakil Bupati Bungo, H Safrudin Dwi Apriyanto, Spd melakukan kunjungan kerja ke Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Kamis (18/7).

Kehadiran Wakil Bupati Bungo itu juga didampingi FKUB Kabupaten Bungo. Kunjungan kerja itu terkait tentang upaya menciptakan kerukunan antar agama. Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan workshop Manajemen Konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang akan berlangsung Sabtu dan Minggu (19-20/7).

Kedatangan Wakil Bupati Bungo dan rombongan itu disambut Sekda Kota Medan, Ir Irwan Alrahman, MM.
H Apri mengatakan, kunjungan FKUB Bungo ke Kota Medan tersebut untuk menjalin silaturahmi dan melihat secara langsung bagaimana harmoni kehidupan beragama di Kota Medan.

Baca: Pertama di Jambi, Dinas Perpustakaan Tanjab Barat Tingkatkan Literasi Anak dengan Mendongeng

Baca: 30 Enterpreneur Muda Kota Jambi Bersaing Rebut Bantuan Bisnis Kemenpora

Baca: Kapolda Sambut BKO Brimob Polda Jambi dari Papua

Baca: Maret 2019, Gini Ratio Jambi Cenderung Turun, BPS Beri Penjelasan

Baca: Ditangkap Usai Buat Rusuh di PT WKS, 45 Anggota Muslim Cs Dibawa ke Polda Jambi

"Bagaimana masyarakat yang heterogen dapat menjaga suasana tetap rukun. Sehingga, aktivitas FKUB Medan itu akan kita coba adopsi di Bungo untuk meningkatkan dan mewujudkan kualitas komunikasi dan koordinasi antarumat beragama," ungkapnya.

Menurutnya, para pemimpin agama punya peran yang penting dan strategis dalam memberikan pencerahan kepada umat tentang urgensi kerukunan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi lancarnya aktivitas pembangunan.

"Pemahaman yang perlu terus diperkuat adalah, bahwa adanya perbedaan agama bukan menjadi alasan untuk berpecah belah, melainkan menjadi modal untuk saling menguatkan kebhinekaan Indonesia," harapnya.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved