Warga Banyu Asin Ditahan di Jambi, Didakwa Bersalah Miliki 1.860 Butir Ekstasi

Ahmad Yani bin Joni dan dan rekannya Bustami Arifin bin Rifai didakwa bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi.

Warga Banyu Asin Ditahan di Jambi, Didakwa Bersalah Miliki 1.860 Butir Ekstasi
Tribunjambi/Jaka HB
Ahmad Yani bin Joni dan dan rekannya Bustami Arifin bin Rifai didakwa bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi. 

Warga Banyu Asin Ditahan di Jambi, Didakwa Bersalah Miliki 1.860 Butir Ekstasi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ahmad Yani bin Joni dan dan rekannya Bustami Arifin bin Rifai didakwa bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi. Dua warga Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan ini, dianggap terbukti memiliki narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 1.860 butir.

Lidya Rotua selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan, terdakwa ditangkap saat hendak bertransaksi narkoba di Banyu Asin. Namun karena keduanya ditahan di lapas Klas IIA Jambi, dan sebagian besar saksi berada di Jambi, maka persidangan di gelar di PN Jambi.

"Para terdakwa dinyatakan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I, bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram," kata Jaksa, Rabu (17/7).

Berdasarkan pengujian Badan Pom Jambi, barang bukti yang disita positif mengandung MDM, yang terdaftar dalam dalam narkotika golongan I.

Baca: Kesal Tak Dipinjami Uang, Supir Manager Trona Nekat Curi Uang Kasir Lalu Senang-senang ke Pucuk

Baca: Kertas dari Kulit Bawang Siswa Titian Teras Dianugerahi Medali Emas di Ajang Internasional

Baca: Tak Terima Lihat Mantan Pacar Dibonceng Motor Pria Lain, Hamdani Tabrak Pakai Mobil

Baca: Pemkot Jambi Waspadai Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban

Baca: 633 CJH Kota Jambi Siap Berangkat Akhir Juli, Maulana Pesan Jaga Kesehatan

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) junto,  pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika," kata Jaksa.

Sebelumnya diketahui pada Sabtu tanggal 16 Februari 2019 siang Ahmad Yani pergi ke rumah saksi Apriyadi alias Dencik pada malam hari pergi keluar. Dia kemudian membonceng temannya pergi ke sebuah toko kecil di kawasan Sembawa. Setelah sampai di SPBU Sembawa  selanjutnya Dencik mendapat telpon dari seseorang bertanya soal keamanan.

“Aman,” kata Dencik.

Lantas datang sebuah mobil warna silver dan turun 4 orang. Alih-alih mengira empat orang itu yang akan membeli ternyata mereka menangkap Yamin dan Dencik. Polisi itu langsung menggeledah ternyata mereka menemukan di kantong terdakwa. Sedangkan Bustami ditangkap di tempat yang berbeda.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved