Terancam Perambahan dan Pembalakan, TNBT Gandeng PT LAJ Jaga Kawasan Penyangga

Berada di wilayah dua provinsi, Jambi dan Riau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) tak lepas dari ancaman deforestasi.

Terancam Perambahan dan Pembalakan, TNBT Gandeng PT LAJ Jaga Kawasan Penyangga
IST
Direktur LAJ Meizani Irmadhiany dan Kepala Balai TNBT, Darmanto tandatangani RKT 2019-2020. 

Terancam Perambahan dan Pembalakan, TNBT Gandeng PT LAJ Jaga Kawasan Penyangga

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Berada di wilayah dua provinsi, Jambi dan Riau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) tak lepas dari ancaman deforestasi. Kepala Balai TNBT, Darmanto mengatakan, perambahan dan pembalakan liar menjadi ancaman serius.

"Kawasan seluas 144.223 hektare ini merupakan lanskap penting di Indonesia saat ini. Dalam upaya menanggulangi ancaman perambahan dan pembalakan di kawasan TNBT, memang diperlukan adanya kawasan penyangga yang terkelola dengan baik," katanya.

Di Provinsi Jambi, kata Darmanto, TNBT menggandeng perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dalam upaya membangun kawasan penyangga ini.

Atas dasar tersebut TNBT dan PT LAJ menandatangani rencana kerja tahunan (RKT) 2019-2020, Selasa (16/7/2019) di Tebo. Penandatangan itu dilakukan oleh Direktur LAJ Meizani Irmadhiany dan Kepala Balai TNBT, Darmanto.

Baca: Atur Gas Subsidi, Pemkot Jambi Siap Luncurkan Kartu Kendali

Baca: Musim Kemarau, Rasa Cabai di Jambi Makin Pedas, Pemerintah Bingung Cari Solusi

Baca: Nama Cawagub Belum Masuk Pansel, Nasri Umar: Politik kan Banyak Kepentingan

Baca: Cek Endra Imbau Masyarakat Sarolangun Tetap Tanam Padi

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Kapolda Jambi Singgung Sungai Batanghari yang Keruh

Penandatangan RKT ini terkait dengan kerjasama antara Balai TNBT dan PT LAJ tentang penguatan fungsi dalam rangka mendukung pengelolaan TNBT yang sudah terlebih dahulu disepakati dan ditandatangani pada Mei 2018 lalu.

Darmanto mengakui, pemerintah sangat menyadari pentingnya kawasan penyangga taman nasional dalam upaya perlindungan kawasan, ekosistem, serta flora dan fauna. Kerjasama dengan para pihak pun harus dibangun untuk mendukung perlindungan itu.

Kerjasama TNBT dengan LAJ ini meliputi perlindungan kawasan penyangga, pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat.

Kata Darmanto, dalam setahun terkahir, sekitar 530 mandays patroli bersama dilakukan Rangers LAJ dan TNBT. Patroli dilakukan secara rutin dalam rangka perlindungan kawasan dan pemantauan satwa dalam kawasan TNBT.

"TNBT juga menutup akses ke titik-titik pembalakan liar. Bersama PT LAJ, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat perambah terkait status dan fungsi lahan yang mereka rambah dan tanda-tanda batas kawasan pun terus dilakukan, selain juga memasang papan tanda kawasan konservasi," katanya.

Direktur PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Meizani Irmadhiany kawasan penyangga seperti LAJ berperan penting dalam membangun kawasan produksi yang berkelanjutan sebagai area penyangga TNBT.

"Melalui penanaman karet yang berkelanjutan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menjaga kawasan konservasi. Ke depannya kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dapat terus memberikan dampak positif dan jangka panjang bagi PT LAJ dan TNBT,” kata Meizani.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved