PT BAM Kembali Beroperasi Setelah Setahun Kena Sanksi

Pemerintah Kabupaten Muarojambi telah memberikan sanksi kepada PT Biccon Agro Makmur (PT BAM), pabrik kelapa sawit di jalan poros Kecamatan Sungai Gel

PT BAM Kembali Beroperasi Setelah Setahun Kena Sanksi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi, Firman. 

PT BAM Kembali Beroperasi Setelah Setahun Kena Sanksi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pemerintah Kabupaten Muarojambi telah memberikan sanksi kepada PT Biccon Agro Makmur (PT BAM), pabrik kelapa sawit di jalan poros Kecamatan Sungai Gelam. PT BAM dikenai sanksi administratif pada tahun 2018.

Namun, PT BAM tersebut saat ini telah beroperasi kembali setelah dilakukan pembinaan oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi, Firman. Ia menyebutkan bahwa pihaknya sempat memberikan sanksi administratif dengan melakukan pembinaan. Setidaknya butuh waktu sekitar satu tahun untuk PT BAM bisa melakukan aktivitas operasionalnya.

"Dalam pengelolaan lingkungan itu ada beberapa sanksi, yaitu teguran lisan, sanksi administratif, dan paksaan pemerintah. Ini sudah pernah kita lakukan di PT BAM, yaitu saksi administrasi dengan paksaan pemerintah, tetapi kita lakukan pembinaan selama tiga bulan," ujarnya usai acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup kemarin.

Baca: 17 Puskesmas di Batanghari Belum Penuhi Standar, Masih Kekurangan Dokter

Baca: Kawal Pilkades Serentak, Pemkab Muarojambi Bakal Libatkan TNI/Polri

Baca: Takut Terlambat, BPKAD Ajukan Perubahan APBD 2019 Rp 100 Miliar

Baca: Tak Mampu Penuhi Pasokan Hewan Kurban, Disnak Merangin Cari ke Provinsi Tetangga

Baca: Gara-gara Sering Minum Tuak, Ayah Tiri Tega Cabuli Anaknya, Mengaku Gemes

Ia menyebutkan terhadap sanksi yang pernah dijatuhkan kepada PT BAM pihak perusahaan di wajibkan untuk membayar gaji karyawan dengan nominal setengah dari gaji pokok. Di tambahkan oleh Firman bahwa kesalahan yang pernah dilakukan oleh pihak PT BAM yaitu pengelolaan lingkungan dan penanganan limbah yang kurang baik.

"Kemudian mereka benahi, afiliasi di alihkan manajemen sekarang mereka sudah berjalan bagus kembali. Karena pembinaan itu butuh waktu lama, karena ukuran pengelolaan limbah paling sedikit 160 hari," terangnya.

Hal ini juga turut menjadi komitmen Bupati Kabupaten Muarojambi, Masnah Busro yang menyebutkan bahwa pihaknya secara tegas akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak mengelolah limbah dengan baik.

"Kedepan kita akan pantau terus, dan jika memang perusahaan masih melanggar terhadap komitmen-komitmen yang dibuat dan ditandatangi oleh perusahaan kita akan berikan sanksi setidaknya untuk di awal akan diberi sanksi teguran," pungkasnya. 

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved