Berita Kota Jambi

Pelaku Usaha Dilarang Sediakan Kantong Plastik dan Tanpa Solusi, YLKI:Kenapa Konsumen yang Dirugikan

Pelaku Usaha Dilarang Sediakan Kantong Plastik dan Tanpa Solusi, YLKI:Kenapa Konsumen yang Dirugikan

Pelaku Usaha Dilarang Sediakan Kantong Plastik dan Tanpa Solusi, YLKI:Kenapa Konsumen yang Dirugikan
Tribunjambi/Rohmayana
Pelaku Usaha Dilarang Sediakan Kantong Plastik dan Tanpa Solusi, YLKI:Kenapa Konsumen yang Dirugikan 

Pelaku Usaha Dilarang Sediakan Kantong Plastik dan Tanpa Solusi, YLKI:Kenapa Konsumen yang Dirugikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengggunaan kantong belanja plastik, sudah dilarang untuk digunakan oleh ritel modern, swalayan dan mall yang ada di Kota Jambi sejak 1 Juli 2019. Sanksi tegas akan diterapkan jika masih ada yang melanggar.

Peraturan tersebut sudah mulai berjalan. Dari pantauan Tribunjambi.com di sebuah mall di Kota Jambi, konsumen sudah tidak lagi disiapkan kantong plastik. Hanya saja konsumen disiapkan kardus jika jumlah belanja dinilai banyak untuk di jinjing.

Baca: 1 Juli, Fasha Ingatkan Mall dan Retail Agar Tak Pakai Kantong Plastik

Baca: Korban yang Diserang Beruang, Sempat Dilarikan ke Puskesmas Sungai Puar

Baca: Hari Pertama Sekolah Anak-anak Orang Rimba Suku Pedalaman di Jambi, Bepanau Sebut Ingin Jadi Dokter

Namun muncul masalah baru, konsumen merasa dirugikan karena ada pihak swalayan yang tidak memberikan kantong sebagai pengganti kantong plastik.

Ibnu Kholdun, Ketua Yayasan Lembaga Kosumen Indonesia (YLKI) Povinsi Jambi mengatakan, tekait kantong plastik ini pihaknya sudah dua kali menjelaskan hal tersebut kepada Walikota Jambi untuk mempertimbangkan kembali pemberlakuan Perwal 61 tahun 2018 tentang plastik.

Baca: 237 ASN Bungo Pensiun di Pertengahan 2019, Pemkab Ajukan 1398 Formasi CPNS

Baca: Prediksi Skor dan Head to Head PSM Makassar vs Persebaya Surabaya di Pekan 9 Liga 1 2019

Baca: Niat Kelabuhi Razia Satpol PP Begini Nasib Luna Waria Pasar Jambi yang Kenakan Kerudung Saat Mangkal

“Kita bukan tidak mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik. Tapi metodenya kami nilai kurang tepat, karena kebijakan ini sepihak. Terkesan masyarakat penghasil limbah plastik. Padahal pelaku usaha, produknya semua menggunakan plastik. Kenapa tidak dilarang juga,” sebut Ibnu Kholdun, Selasa (16/7/2019).

“Ini sepihak. Ritel dilarang menyediakan kantong plastik, sementara kantong itu fasilitas. Di Undang-undang perlindungan konsumen pasal 4, ada hak konsumen salah satunya mendapatkan fasilitas,” sebutnya.

Lebih lanjut Ibnu menyebutkan, kebijakan tersebut saat ini dimanfaatkan para pelaku usaha.

“Kantong disediakan dan dijual. Konsumen harus beli. Ini kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Ibnu, harusnya jika kantong plastik dilarang, para pelaku usaha tetap harus memberikan kantong belanja kepada konsumen dengan tidak berbayar.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved