Atur Gas Subsidi, Pemkot Jambi Siap Luncurkan Kartu Kendali

Pemerintah Kota Jambi kini tengah berupaya melakukan pemerataan pendistribusian gas LPG 3 Kg di masyarakat.

Atur Gas Subsidi, Pemkot Jambi Siap Luncurkan Kartu Kendali
Tribunjambi/Rohmayana
Kepala Disperindag Kota Jambi, Komari menunjukkan contoh kartu kendali. 

Atur Gas Subsidi, Pemkot Jambi Siap Luncurkan Kartu Kendali

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi kini tengah berupaya melakukan pemerataan pendistribusian gas LPG 3 Kg di masyarakat. Hal ini seiring akan diterbitkannya kartu pelanggan gas subsidi 3 kilogram dalam waktu dekat.

"3 kecamatan sudah clear, yaitu di Pelayangan, Pasar dan Danau Teluk. Kecamatan lain masih dalam proses. Kalau total baru 6 ribu lebih kartu yang sudah tercetak," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Komari, kepada Tribunjambi.com Selasa (16/7).

Kata dia, pihaknya bekerjasama dengan Pertamina dan agen, guna melakukan pemetaan. Hal ini agar kuota gas dapat tersebar secara merata.

"Kuota tidak bertambah sampai dengan saat ini. Makanya kita lakukan pemerataan. Tujuannya bisa tepat sasaran dan sampai ke masyarakat. Diupayakan akhir tahun selsai semua kecamatan," ujarnya.

Baca: Musim Kemarau, Rasa Cabai di Jambi Makin Pedas, Pemerintah Bingung Cari Solusi

Baca: Nama Cawagub Belum Masuk Pansel, Nasri Umar: Politik kan Banyak Kepentingan

Baca: Cek Endra Imbau Masyarakat Sarolangun Tetap Tanam Padi

Baca: Maulana Ajak Pemkot Jambi dan MUI Kota Jambi Ikuti Kegiatan Suling Bambu

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Kapolda Jambi Singgung Sungai Batanghari yang Keruh

Komari mengatakan, rencananya ada sekitar 65 ribu kartu pelanggan gas subsidi yang akan dicetak hingga akhir tahun nanti. "Itu termasuk kuota untuk UMKM," katanya.

Komari mengatakan, kebutuhan tabung gas di Kota Jambi setiap bulannya berkisar antara 450-500 ribu tabung.

"Tahun ini katanya ada penambahan kuota hampir 20 ribu tabung, tapi belum terealiasi sampai sekarang," katanya.

Kata dia, pangkalan saat ini tidak bisa lagi main-main. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan evaluasi dan pencabutan ijin. Dia menambahkan untuk saat ini beberapa pangkalan yang mengalami penumpukan ada di Jambi Timur, dan Jambi Selatan.

"Sepanjang tahun ini sudah 30 pangkalan kita evaluasi, sebagian kita tutup," katanya.

Komari mengatakan siapa yang harus menerima gas harus jelas. Pangkalan tidak bisa lagi menjual ke pengecer, dengan harga yang lebih tinggi.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved