Salat Gerhana Bulan, Mulai Niat, Hukum dan Tata Caranya, Lengkap Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Dalam sholat gerhana bulan terdapat dua kali rukuk, sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan

Salat Gerhana Bulan, Mulai Niat, Hukum dan Tata Caranya, Lengkap Dalam Bahasa Arab dan Artinya
tribunlampung/hanif
Ilustrasi. Jamaah melaksanakan salat gerhana di halaman Masjid Raya Itera, Rabu, 31 Januari 2018 malam. 

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

 Adapun tata cara lengkap sholat gerhana bulan, berikut ini.

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13.Salam.

Sebagian ulama juga menyampaikan pedoman sholat gerhana yang lebih ringkas.

Posisi bulan saat akan gerhana total terpantau dari Kota Makassar, Rabu (31/1/2018) malam. ((KOMPAS.com/Hendra Cipto))

Dalam artian mengganti surat panjang yang dianjurkan.

Ini diperbolehkan berdasarkan keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini.

ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس. ومقصود التطويل دوام الصلاة إلى الانجلاء

Artinya, “Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah mempertahankan shalat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303).

Sholat gerhana bulan sendiri sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di masjid, sebelum atau sesudah sholat Subuh.

Ada pun yang menganjurkan melaksanakan waktu sholat gerhana bulan sejak awal terjadinya gerhana, sampai gerhana selesai.

Sementara bagi umat Muslim yang belum selesai melaksanakan sholat gerhana, sementara gerhana bulan telah berakhir dianjurkan untuk melanjutkan sholatnya.

Jika sudah selesai, dianjurkan untuk berdoa dan memeprbanyak istighfar kepada Allah SWT.

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak takbir, juga bersedekah.

Tujuan dari sholat ini adalah untuk mengagumi sekaligus takut akan kekuasaan Allah SWT yang begitu nyata adanya.

Gerhana Bulan Parsial

Gerhana bulan parsial Rabu 17 Juli 2019 adalah peristiwa langit di mana sebagian wajah bulan masuk bayangan umbra atau bayangan gelap pada bumi.

Sekitar 65 persen wajah bulan akan berwarna merah.

Sementara isinya akan terlihat putih seperti biasanya.

Gerhana bulan Rabu 17 Juli 2019 akan terjadi dini hari sekitar pukul 03.01 WIB sampai pukul 05.59 WIB.

Meski akan terlihat di seluruh wilayah Indonesia, gerhana bulan parsial ini paling baik diamati di wilayah Indonesia bagian barat.

Sementara untuk wilayah bagian tengah, puncak gerhana bulan akan terjadi sekitar pukul 05.30 WITA saat matahari terbit.

Gerhana Bulan Parsial (MINEWS.ID)

Sedangkan bagi wilayah Indonesia bagian timur, gerhana bulan terjadi pukul 06.30 WIT di saat matahari sudah terbit dan langit sudah terang.

Menariknya, gerhana bulan di Indonesia dapat diamati dengan mata telanjang.

Kendati demikian, pengamatan dengan teleskop akan membuat gerhana bulan parsial terlihat lebih jelas.

Dikutip TribunStyle.com dari Time and Date, total durasi gerhana umumnya adalah 5 jam 34 menit.

Sementara itu, durasi gerhana bulan parsial terakhir di tahun 2019 ini akan terjadi selama 2 jam 58 menit.

Seperti diketahui, gerhana bulan parsial Rabu 17 Juli 2019 akan menjadi gerhana bulan penutup di tahun 2019.

Jenis Gerhana Bulan (yakimaheraldphotos.com)

Menurut Eclipsewise, gerhana bulan berikutnya baru akan terjadi pada awal Januari 2020, tepatnya pada tanggal 10 Januari 2019.

Dari sumber yang sama, gerhana bulan total berikutnya akan terjadi pada 26 Mei 2021 sedangkan gerhana bulan parsial berikutnya terjadi pada 19 November 2021.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sebelumnya juga menyampaikan waktu gerhana bulan setelah 2019 seperti dalam daftar berikut ini:

1. Gerhana bulan penumbra 11 Januari 2020

2. Gerhana bulan penumbra 6 Juni 2020

3. Gerhana bulan penumbra 30 November 2020

4. Gerhana bulan total 26 Mei 2021

5. Gerhana bulan penumbra 19 November 2021

6. Gerhana bulan total 8 November 2022

7. Gerhana bulan penumbra 5-6 Mei 2023

8. Gerhana bulan sebagian 29 Oktober 2023.

VIDEO: Viral Ayah dan Anak Warga Merangin Ke Mekkah Kendarai Sepeda Motor, Sudah Lewati 3 Negara

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved