Pilkada di Batanghari Diperkirakan Telan Dana APBD Rp 31 Miliar

emilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Batanghari pada 2020 mendatang bakal menelan anggaran sekira Rp 31 miliar.

Pilkada di Batanghari Diperkirakan Telan Dana APBD Rp 31 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Batanghari pada 2020 mendatang bakal menelan anggaran sekira Rp 31 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Batanghari, Muhammad Azan. Katanya, dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

"Jika berkaca dengan pilkada periode sebelumnya yaitu 2010, anggaran untuk pelaksanaan naik 150 persen. Naik hampir dua kali lipat," ujarnya, Selasa (16/7).

Azan melanjutkan, pihak dari KPU Batanghari dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batanghari telah menyampaikan usulan besaran anggaran untuk pelaksanaan pilkada kepada Pekab Batanghari.

Besaran anggaran yang diusulkan oleh KPU Batanghari mencapai Rp 23 miliar. Dan Bawaslu Kabupaten Batanghari mengusulkan Rp 8 miliar lebih.

Baca: Peringati Hari Lingkungan Hidup di Stockpile, Bupati Masnah Bicara Polusi Udara

Baca: 25 Juli Ratusan CJH Batanghari Berangkat ke Jambi, Ada Lansia Berusia 89 Tahun

Baca: Dicalonkan PKB Sebagai Cawagub Jambi, Al Amin Temui Petinggi PAN

Baca: PAN Munculkan Nama Madyan dan H. Abdul Rahman untuk Cawagub Jambi

Baca: Banyak Temuan, Inspektorat Serahkan Hasil Audit Dana Desa 32 Desa di Muarojambi

"Usulan anggaran itu telah diterima oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan sudah melakukan verifikasi sesuaian persyaratan yang diajukan tersebut. Secepatnya akan dilakukan pencairan. Sekarang masih dalam tahap verifikasi," katanya.

Sementara Ketua KPU Batanghari, Abdul Kadir mengatakan, pihaknya memang telah mengajukan alokasi anggaran pilkada kepada TAPD dengan nilai mencapai Rp 20,9 miliar.

"Terkait hal ini, kami sudah mengajukan kepada TAPD. Anggaran itu diajukan untuk menyelenggarakan pesta demokrasi pilkada 2020 nanti," katanya.

Menurut Kadir, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk tahapan sosialisasi, dan pembuatan alat peraga kampanye masing-masing calon.

"Termasuk logistik, honorarium petugas pilkada. Serta keperluan lainnya yang ada dalam proses kegiatan pilkada itu," tutupnya.

Hal senada turut dikatakan oleh Ketua Bawaslu Batanghari, Indra Tritusian. Bahwa pihak Bawaslu mengajukam alokasi dana pilkada sebesar Rp 8 miliar.

"Pihak Bawaslu telah mengajukan sekitar satu bulan yang lalu. Besaran anggaran yang kami ajukan mencapai Rp.8 milyar. Dana ini diperuntukkan kegiatan pilkada. Seperti penyelanggaraan pengawasan, honorarium panwascan dan panwas desa," katanya.

Sampai saat ini, Kata Indra pihaknya belum mengetahui berapa besaran anggaran yang akan disetujui oleh pihak TAPD.

"Belum ada konfirmasi dari pihak pemda kapan acc-nya," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved