Polemik Wagub Jakarta

Pemilihan Wagub DKI Jakarta Kembali Molor, Pengamat: Agar Anies Gampang Dikalahkan?

Rapat pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta di DPRD DKI kembali molor, setelah Rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) hari ini,

Pemilihan Wagub DKI Jakarta Kembali Molor, Pengamat: Agar Anies Gampang Dikalahkan?
(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung PKK Melati Jaya, Kebagusan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rapat pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta di DPRD DKI kembali molor, setelah Rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) hari ini, Selasa (16/7) hanya dihadiri 17 orang.

Rapimgab itu akhirnya ditunda karena tak mencapai kuorum.

Pengamat politik Hendri Satrio mempertanyakan rapat yang terus molor tersebut.

Menurut dia, hal ini salah satu upaya untuk menyudutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Apakah ini usaha untuk menyudutkan Gubernur Anies supaya pembangunan tidak maksimal? Sehingga gampang dikritik, gampang disalahkan, dan gampang dikalahkan di 2022 nanti," ucap Hendri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7).

Hendri mengatakan, seharusnya tidak ada kesulitan bagi wakil rakyat untuk memilih wagub DKI Jakarta. Hanya saja, tidak ada kemauan dari DPRD. Bahkan DPRD disebut sengaja mengulur waktu.

"Kalau kejadian selama ini belum putus-putus juga boleh dong rakyat bertanya mau ngapain sih? Mau main drama? Atau mau berbuat sesuatu ini makin lama, waktu bergulir terus, terlambat lah waktu Jakarta," kata dia.

Hal ini, menurut dia, akan menimbulkan pertanyaan, sehingga wajar muncul kecurigaan adanya politik uang. "Prosesnya kan sudah ada orangnya, tinggal dipilih. Apakah ada hal lain yang belum mereka penuhi? Kalau rakyat juga kepikiran, jangan-jangan enggak cuma drama, jangan-jangan ada mahar yang perlu dibayar, mempertanyakan kan boleh," tuturnya.

Rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta untuk membahas tata tertib (tatib) pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta beberapa kali diundur.

Rapimgab seharusnya digelar pada Rabu (10/7), tetapi batal digelar karena banyak pimpinan fraksi DPRD yang tidak hadir.

Kemudian pada Senin (15/7) kemarin, Rapimgab kembali diundur karena alasan yang sama, tidak memenuhi syarat kuorum.

Kuorum untuk Rapimgab itu, yakni 50 persen+1 dari jumlah pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi sebanyak 59 orang. Jadi, rapat dianggap kuorum jika dihadiri minimal 31 orang.

Sementara itu, Rapimgab hari ini, Selasa (16/7) hanya dihadiri 17 orang. Rapimgab ini akhirnya kembali ditunda.

Berita ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul: Pengamat: Pemilihan Wagub DKI Molor agar Anies Gampang Dikalahkan 

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved