Eksklusif Tribun Jambi

Honorer di Jambi Pakai Hotpants dan Tanktop Putih di Kamar, Prostitusi Online Hotel Berbintang

Rambutnya menimpa kulit bahunya yang putih. Dengan santai, oknum honorer PNS ini memakai dan tanktop di kamar hotel.

Honorer di Jambi Pakai Hotpants dan Tanktop Putih di Kamar, Prostitusi Online Hotel Berbintang
Ilustrasi praktik prostitusi online di hotel dan penginapan. (banjarmasin post group/ nia kurniawan) 

Temannya akan menunggu di luar, biasanya di lobi hotel.

Temannya akan masuk lagi setelah tamu rekannya itu sudah meninggalkan kamar hotel.

Begitulah siklus kehidupan di kamar hotel itu mereka buat, supaya semua aksi mereka bisa berjalan lancar.

Bagi mereka siklus seperti ini membuat untung semua pihak, termasuk tamunya.

"Tamu jadi lebih irit juga kan, soalnya dia gak perlu lagi booking kamar," katanya.

Tarif terendah yang dipatok Jasmine untuk kencan singkat adalah Rp 600 ribu.

Pada saat menawarkan di awal kepada tamu yang ingin menggunakan jasanya, ia akan menyebut angka Rp 800 ribu.

"Biasanya tamu akan nawar. Tapi ada juga yang baik, gak nawar, langsung oke tarifnya segitu," terangnya.

Mengaku sudah lima tahun tinggal di Kota Jambi, ia juga bilang pernah menjadi SPG serta LC freelance.

Praktik PSK berbagi kamar ini juga diungkap oleh Mawar (nama samaran). Tribun bertemu dengannya di hotel berbintang yang lain. 

Menurutnya itu lebih baik daripada harus mendatangi tamu ke hotel. 

Selain berisiko kena tipu, akan keluar juga biaya untuk transport.

Siapa nyana, Mawar mengaku seorang honorer yang bekerja di pemerintahan.

Penghasilan kecil, ditambah statusnya janda dan punya tanggung jawab pada satu anak, membuatnya jadi terjun ke bisnis esek-esek ini.

Sudah hampir setahun dia menjalaninya.

"Kalau dulu saya nungguin pesanan dari tamu. Jadi di mana mereka nginap, saya ke sana. Kalau sekarang ada yang order saya minta aja datang ke sini," tuturnya.

Ia menyebut memilih di hotel berbintang karena tidak mau lagi terulang kejadian dulu.

"Pernah sekali diangkut Satpol PP waktu nginap di hotel melati," ungkapnya.

Pengalaman tak sedap itu membuatnya lalu mengajak temannya seprofesi untuk pindah ke hotel berbintang. Mereka selalu pindah dari hotel yang satu ke hotel yang lainnya.

"Kadang cuma dua malam, sudah itu pindah ke hotel yang lain. Biar nggak terlalu dicurigai," ujarnya.

Jasmine dan Mawar mengatakan dalam memilih kamar hotel, mereka memilih yang tarifnya di bawah Rp 500 ribu.

Untuk biaya akan mereka bagi sama-sama.

Namun ada kalanya biaya itu tak dibagi rata, karena yang punya tamu lebih banyak akan berpartisipasi lebih banyak juga.

"Makanya kita cari teman sekamar yang memang tidak pelit," terang Mawar.

Itulah penelusuran keberadaan pekerja seks komersil ( PSK ) di balik kamar hotel bintang di Kota Jambi. ( Tribunjambi.com )

Baca: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Tira Persikabo vs Persija Jakarta, 2 Gol Kejutan di Awal Laga

Baca: Intip Mobil Baru Presiden Joko Widodo, Teknologi Canggih dan Antipeluru

Baca: Irish Bella Kemungkinan Melahirkan Bayi Kembar, Ranty Maria Malah Pamer Foto Bareng Cowok

Penulis: tribunjambi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved