Gerakan Ayo Menabung di Sekolah, Disdik Tanjab Timur Gandeng Bank Jambi

Dinas Pendidikan Tanjab Timur menggaet Bank Jambi dalam program gerakan ayo menabung sejak usia dini.

Gerakan Ayo Menabung di Sekolah, Disdik Tanjab Timur Gandeng Bank Jambi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto menyapa anak sekolah saat sosialisasi program ayo menabung. 

Gerakan Ayo Menabung di Sekolah, Disdik Tanjab Timur Gandeng Bank Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Pendidikan Tanjab Timur menggaet Bank Jambi dalam program gerakan ayo menabung sejak usia dini.

Guna menanamkan jiwa menabung sejak usia dini, pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencanangkan gerakan ayo menabung dengan menggaet pihak Bank Jambi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Junaidi Rahman mengatakan, kegiatan pencanangan gerakan ayo menabung yang diselenggarakan di SMP 17 Tanjung Jabung Timur ini merupakan kegiatan yang sudah dilakukan bersama Bank Jambi dan Baznas, terutama untuk anak-anak sekolah putus sekolah dan tidak mampu.

"Mengawali tahun ajaran baru ini kita bekerja sama dengan Bank 9 Jambi, kegiatan ini suatu gerakan untuk membudidayakan kegiatan menabung sejak dini," ujarnya.

Baca: Perjuangan Bepanau Anak Rimba di Hari Pertama Masuk Sekolah

Baca: Fachrori Optimis Jambi Tetap Baik Walau Tanpa Wagub

Baca: Diserang Empat Beruang di Kebun Sawit, Warga Batanghari Dilarikan ke IGD Alami Luka Mengerikan

Baca: Berminat Ikut Seleksi CPNS 2019, Lengkapi Berkas Ini Dari Sekarang, Simak Bocoran Soalnya Ya!

Baca: Sedang Tayang Live Streaming Indosiar Persib Bandung vs Kalteng Putra, Kebangkitan Tuan Rumah

Jumlah anak didik di Tanjab Timur dari SD, SMP dan SMA berjumlah 37.000 siswa dan potensi menabung untuk anak-anak ini luar biasa. Jika 10 ribu siswa telah menabung sudah mampu mencapai Rp 3 miliar lebih.

"Harapan kita melalui kegiatan program ini, semua anak-anak kita ini mempunyai tabungan guna cadangan masa depan. Sekaligus untuk membantu investasi di Bank Jambi," ujarnya

Kepala cabang Bank Jambi, M Alawi mengatakan, secara teknis program ini melibatkan para guru di setiap sekolah yang telah di SK kan. Bagi para siswa yang ingin menabung dapat memulai dari nominal Rp 5.000 ke atas dapat menabung ke guru.

Selain itu untuk anak sekolah yang orang tuanya ASN, dalam menabung bisa melalui pemotongan gaji dari orang tua wali murid tersebut. Disertai surat kuasa dari yang bersangkutan meski demikian no rekening tetap mengatasnamakan anak yang bersangkutan (pelajar).

"Untuk penarikan bisa dilakukan di sekolah atau di bank, saat ini baru Rp 2,2 miliar. Jumlah tersebut dari 10.000 pelajar. Harapannya akan ada peningkatan lagi," jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved